- COO Danantara Dony Oskaria memperingatkan PT Pos Indonesia agar memperbaiki tata kelola serta mencegah rekayasa laporan keuangan.
- Pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan monitoring rutin transformasi perusahaan bersama jajaran direksi pada hari Rabu.
- Manajemen baru dinilai mampu memetakan masalah, sehingga pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan perbaikan berjalan sesuai target.
Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengingatkan PT Pos Indonesia agar membenahi tata kelola perusahaan dalam proses transformasi bisnis.
Ia menegaskan, jangan sampai praktik rekayasa laporan keuangan kembali terjadi di manajemen PT Pos Indonesia yang baru.
Pesan tersebut disampaikan Dony saat menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi PT Pos Indonesia pada Rabu (5/8).
Pertemuan itu merupakan bagian dari monitoring rutin yang dilakukan Danantara untuk mengawal proses transformasi perusahaan agar berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran manajemen baru PT Pos Indonesia memaparkan perkembangan transformasi perusahaan serta berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan. Manajemen juga dinilai telah mampu memetakan persoalan utama perusahaan sekaligus menyiapkan solusi untuk mendorong perbaikan kinerja.
Di hadapan jajaran direksi, Dony menegaskan bahwa pembenahan tata kelola menjadi fondasi utama agar PT Pos Indonesia dapat tumbuh menjadi perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.
"Yang paling penting sekarang tata kelolanya dibenahi. Jangan sampai ada rekayasa keuangan. Semua proses harus dijalankan dengan benar," ujar Dony, dikutip dari akun resmi BP BUMN, Jumat (7/8/2026).
Selain memperkuat tata kelola, Dony juga meminta Direksi PT Pos Indonesia menjaga soliditas organisasi selama proses transformasi berlangsung.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan seluruh karyawan menjadi kunci agar agenda perubahan perusahaan dapat berjalan efektif dan memperoleh dukungan dari seluruh insan PT Pos Indonesia.
Danantara bersama BP BUMN akan terus memantau pelaksanaan transformasi PT Pos Indonesia. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses perbaikan berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, Manajemen PT Pos Indonesia (Persero) mulai menemukan kejanggalan pada laporan keuangannya. Dalam hasil auditnya manajemen baru melaporkan penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 senilai Rp9 triliun sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.
Pembenahan tersebut menjadi salah satu agenda yang terus dikawal oleh Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara sebagai upaya memperkuat fundamental perusahaan pelat merah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi PT Pos Indonesia, mulai dari pembenahan tata kelola, perbaikan kondisi keuangan, hingga penyusunan model bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.