- Mendag Budi Santoso menyatakan Indonesia menyambut komitmen penyelesaian Strategy for BRICS Economic Partnership 2030 pada Minggu (9/8/2026).
- Negara anggota BRICS membahas penguatan perdagangan multilateral WTO, pembiayaan UMKM, rantai nilai global, dan ekonomi digital.
- Mendag India Piyush Goyal menyampaikan kemajuan kerja sama ekonomi dan berharap Tiongkok melanjutkan kepemimpinan BRICS pada 2027.
Suara.com - Indonesia membidik peluang perdagangan dan investasi yang lebih besar dari kerja sama negara-negara BRICS setelah para Menteri Perdagangan BRICS menegaskan komitmen menyelesaikan Strategy for BRICS Economic Partnership 2030.
Strategi tersebut akan menjadi acuan dalam mengarahkan berbagai strategi sektoral, program kerja, dan peta jalan kerja sama ekonomi BRICS hingga 2030.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan penyusunan strategi tersebut menjadi langkah penting agar kemitraan ekonomi BRICS lebih responsif terhadap dinamika perdagangan global.
“Indonesia menyambut baik penyelesaian Strategy for BRICS Economic Partnership 2030. Strategi ini diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat kemitraan ekonomi BRICS yang semakin erat sekaligus membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, dan pembangunan yang inklusif bagi seluruh negara anggota,” ujar Budi kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).
Komitmen tersebut muncul di tengah pembahasan para menteri perdagangan BRICS mengenai penguatan sistem perdagangan multilateral.
Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan berbasis aturan melalui WTO sekaligus kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat bagi negara berkembang.
“Indonesia menegaskan pentingnya menjaga sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan (rules-based) melalui WTO yang kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Pada saat yang sama, BRICS perlu terus menghadirkan kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang,” jelas Budi.
Dalam pertemuan tersebut, negara-negara BRICS menyepakati sebagian besar substansi pembahasan. Namun, para anggota belum mencapai kesepakatan atas pernyataan bersama (joint statement).
Salah satu agenda ekonomi yang dibahas yakni memperkuat internasionalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya ini dilakukan melalui peningkatan akses pembiayaan perdagangan, termasuk prinsip panduan dalam penilaian kredit dan Jaipur Consensus untuk mengkaji mekanisme invoice discounting BRICS.
Kerja sama BRICS juga diarahkan untuk memperkuat rantai nilai global. Negara-negara anggota membahas Workplan on BRICS Shared Understanding on Global Value Chains yang mencakup digitalisasi dokumen perdagangan, peningkatan konektivitas, penguatan kawasan ekonomi khusus, serta peningkatan kapasitas industri.
Langkah tersebut ditujukan untuk membangun rantai nilai global yang lebih tangguh, efisien, inklusif, dan berkelanjutan.
Selain perdagangan barang, BRICS turut mendorong perdagangan jasa digital lintas negara. Inisiatif BRICS Principles to Facilitate Digitally Delivered Services Across Borders diarahkan untuk memperluas perdagangan intra-BRICS, meningkatkan keterampilan digital, dan memperkuat ekonomi digital di negara-negara berkembang.
“Indonesia mendukung penuh berbagai inisiatif konkret BRICS yang memperkuat perdagangan, mulai dari memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, membangun nilai pasok yang lebih tangguh, serta mendorong transformasi digital. Hal ini penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal mengatakan negara-negara anggota BRICS telah menunjukkan kemajuan dalam memperkuat kerja sama perdagangan dan ekonomi selama satu tahun masa Keketuaan India.
Piyush berharap kerja sama tersebut dapat dilanjutkan saat China memegang Keketuaan BRICS pada 2027.
“Saya sangat yakin ketika Tiongkok melanjutkan Keketuaan BRICS pada 2027, kita akan terus melangkah maju bersama, memperkuat kerja sama, dan bersama-sama mewujudkan kemakmuran yang lebih besar bagi seluruh negara anggota BRICS,” pungkas Piyush.