Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB
Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada Disini [@NDTVWorld]
BACA 10 DETIK
  • Presiden AS Donald Trump menegur koresponden CNN Kaitlan Collins di markas PBB New York.
  • Pemerintahan Trump sebelumnya melarang CNN meliput di Gedung Putih karena dinilai menyebarkan berita palsu.
  • CNN bersama media lain menggugat kebijakan pembatasan akses peliputan tersebut ke jalur hukum pengadilan.

Suara.com - Ketegangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan media kembali mencuat di tengah Sidang Umum PBB ke-81.

Kali ini, Trump terlibat momen tegang dengan Kepala Koresponden Gedung Putih CNN, Kaitlan Collins, saat tiba di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Trump tampak terkejut ketika melihat Collins berada di antara para jurnalis yang menunggunya.

Ia kemudian mempertanyakan kehadiran CNN yang tetap meliput aktivitasnya di PBB.

“Saya terkejut CNN berada di sini untuk meliput saya,” kata Trump kepada Collins dikutip dari AFP.

Pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Sidang Umum PBB ke-81 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pernyataannya mengenai persenjataan, minyak, narkoba, lapangan kerja hingga investasi dinilai tidak sesuai dengan data. [Istimewa]

Collins kemudian menjawab singkat, “Perserikatan Bangsa-Bangsa mengizinkan kami masuk, Pak.”

Trump lalu membalas, “Anda seharusnya tidak berada di sini untuk meliput saya. Anda mengatakan tidak akan meliput saya. Anda seharusnya tidak meliput.”

Momen tersebut terjadi sebelum Trump menyampaikan pidato di hadapan para pemimpin dunia dalam Sidang Umum PBB.

Collins sebelumnya sempat mengajukan pertanyaan mengenai perang Amerika Serikat dengan Iran, tetapi Trump tidak memberikan jawaban langsung mengenai kapan konflik tersebut akan berakhir.

CNN Tetap Bisa Meliput Trump

Kehadiran Collins di PBB berkaitan dengan status akreditasi media di lembaga internasional tersebut.

CNN tetap dapat meliput agenda PBB meskipun pemerintahan Trump sebelumnya membatasi akses jaringan tersebut di Gedung Putih.

Pada 18 September 2026, Trump mengumumkan larangan terhadap CNN, MS NOW, dan Politico untuk melakukan peliputan dari lingkungan Gedung Putih.

Trump menyebut ketiga media tersebut terlalu sering membuat laporan yang ia kategorikan sebagai fake news.

CNN membantah alasan tersebut dan menyatakan akan tetap menjalankan tugas jurnalistiknya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com