Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Airlangga Blak-blakan di Balik Keputusan Ini?

Senin, 10 Agustus 2026 | 19:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto Fakhri-Suara.com
  • Prabowo mengusulkan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI.
  • Destry dinilai berpengalaman dan punya komunikasi baik dengan pemerintah.
  • DPR kini menguji kelayakan Destry sekaligus isu independensi BI.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengirimkan satu calon tunggal untuk mengisi posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Nama tersebut adalah Destry Damayanti, sosok yang saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Menko Airlangga Hartarto pun blak-blakan atas keputusan ini.

Surat Presiden (Surpres) mengenai pencalonan tersebut telah diserahkan pemerintah kepada pimpinan DPR pada Senin (10/8/2026). Tak hanya calon Gubernur BI, pemerintah juga mengajukan nama untuk posisi Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI.

Pencalonan Destry menarik perhatian karena Presiden Prabowo tidak mengajukan kandidat alternatif. Artinya, proses politik di DPR kini akan berpusat pada satu nama yang dinilai pemerintah paling sesuai untuk memimpin bank sentral.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, Destry bukanlah sosok baru di lingkungan BI. Ia telah menduduki posisi Deputi Gubernur Senior selama lebih dari satu periode.

"Ya, baiklah, karena Bu Destry kan sudah menjadi Deputi Gubernur Senior sudah lebih dari satu periode," ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Jika ditelusuri dari sisi pengalaman, pencalonan Destry menunjukkan kecenderungan pemerintah untuk mempertahankan kesinambungan kepemimpinan di tubuh bank sentral.

Destry sudah lama berada dalam lingkaran pengambilan kebijakan BI. Pengalaman sebagai Deputi Gubernur Senior membuatnya memahami secara langsung mekanisme kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan hingga komunikasi bank sentral dengan pemerintah.

Airlangga bahkan menekankan faktor komunikasi sebagai salah satu alasan yang membuat Destry dinilai tepat untuk posisi tersebut.

"Selama ini komunikasi baik, sehingga dan sudah ada di dalam. Jadi dengan demikian harapannya dengan satu nama tersebut bisa dipilih oleh DPR," jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memberikan petunjuk mengenai pertimbangan pemerintah: bukan hanya kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah menjadi faktor penting dalam menentukan calon pemimpin BI.

Yang tak kalah menarik adalah penegasan pemerintah bahwa hanya satu nama yang dianggap cocok untuk posisi Gubernur BI.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya kandidat lain, Airlangga memastikan tidak ada opsi alternatif yang diajukan pemerintah.

Dengan demikian, bola kini berada di tangan DPR. Parlemen akan menjadi tahap berikutnya untuk menilai apakah Destry layak mendapatkan mandat sebagai Gubernur BI definitif.

Pencalonan tunggal juga membuat proses tersebut memiliki konsekuensi lebih besar. DPR tidak sedang membandingkan beberapa kandidat yang diajukan pemerintah, melainkan harus menentukan apakah satu kandidat yang dipilih Presiden memenuhi kriteria untuk memimpin bank sentral.

Di balik pencalonan Destry, terdapat isu lain yang tidak kalah penting: independensi Bank Indonesia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com