Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Masih Aman, Goda Bahlil Tambah PNBP ESDM

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:49 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteru Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penerimaan pajak awal Agustus 2026 tumbuh 23 persen secara tahunan.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berjanji realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak sektor energi akan melampaui seratus persen.
  • Realisasi Pendapatan Negara pada semester pertama tahun 2026 tercatat mencapai angka Rp1.459 triliun.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau realisasi penerimaan pajak per awal Agustus 2026 tumbuh 23 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"23 persen lebih, itu sampai awal Agustus," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menkeu Purbaya menyebut kalau angka ini diperoleh dari laporan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto minggu lalu. Dari angka tersebut, ia yakin penerimaan pajak masih aman untuk saat ini.

"Pak Bimo lapor kemarin, dia bawa angka akhir minggu lalu. Jadi masih relatif aman, 23 persen lebih masih pertumbuhannya," lanjut Purbaya.

Tak cuma itu, Purbaya juga menggoda Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menambah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Mineral dan Batu Bara (Minerba) maupun Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Adapun realisasi PNBP Kementerian ESDM mencapai Rp 96,26 triliun per Juli 2026. Angka ini masih setara 70,69 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp 136,18 triliun.

"Harusnya lebih, kita dorong-dorong Pak Bahlil bisa lebih dari 100 persen," ucap Purbaya.

Di sisi lain Menteri ESDM menjanjikan realisasi PNBP bisa lebih dari 100 persen hingga akhir tahun.

"Insyaallah target PNBP dari sektor Minerba maupun dari Migas di akhir tahun pasti akan lebih. Saya pastikan pasti akan lebih," janji Bahlil.

Diketahui realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 1.459 triliun di semester pertama 2026. Angka ini setara 46,3 persen dari outlook APBN dan tumbuh 21,4 persen secara tahunan (yoy).

Pendapatan Negara itu terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.187,8 triliun yang mencakup Penerimaan Pajak Rp 1.035,7 triliun serta Kepabeanan dan Cukai Rp 152,0 triliun. Kemudian ada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 271,0 triliun dan Penerimaan Hibah Rp 700 miliar.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com