News / Nasional
Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (5/8/2026). Foto Yaumal-Suara.com
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta pada hari Selasa untuk membahas subsidi BBM.
  • Pemerintah berupaya membenahi sistem distribusi migas karena kelompok masyarakat mampu masih menikmati subsidi energi bernilai ratusan triliun rupiah.
  • Pemerintah belum menetapkan skema baru maupun menghitung potensi penghematan anggaran negara secara pasti dari perbaikan subsidi tersebut.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas upaya pemerintah memperbaiki penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membenahi penyaluran subsidi energi yang selama ini dinilai masih belum sepenuhnya tepat sasaran. Bahkan, masyarakat yang tergolong mampu masih tercatat menikmati BBM bersubsidi.

"Tadi kita membahas juga pola subsidi (BBM) agar tepat sasaran," kata Bahlil, di Jakarta, seperti dikutp dari Antara, Selasa.

Bahlil mengatakan, persoalan ketidaktepatan sasaran subsidi tidak hanya berkaitan dengan BBM, tetapi juga sektor minyak dan gas (migas) secara keseluruhan.

Menurut dia, pemerintah perlu mencari sistem distribusi yang mampu memastikan subsidi diberikan kepada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan. Hal itu penting mengingat anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk subsidi mencapai ratusan triliun rupiah.

"Selama ini kan kita tahu sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh mereka yang masuk desil 9 dan 10 masih dapat subsidi. Ini yang kita bahas sistemnya segala macam, supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun rupiah ini, betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak," ujarnya.

Bahlil belum mengungkap skema baru yang akan diterapkan pemerintah untuk menutup celah subsidi salah sasaran tersebut. Ia mengatakan pembahasan dengan Kementerian Keuangan masih berfokus pada pencarian sistem distribusi yang lebih tepat.

Pemerintah juga belum menghitung secara pasti potensi penghematan anggaran apabila subsidi migas berhasil disalurkan secara tepat sasaran.

Ketika ditanya terkait jumlah penghematan jika subsidi migas tepat sasaran, Bahlil belum dapat merincinya sebab semua masih dalam perhitungan.

Baca Juga: Purbaya-Bahlil Saling Puji usai Jadi Menteri Terbaik Versi Survei IPO

"Ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden, nah karena itu kami melakukan rapat koordinasi dengan Pak Menteri (Purbaya). Kita pingin semua subsidi dari sektor migas itu tepat sasaran," katanya menambahkan.

Pembenahan subsidi tersebut menjadi penting karena pemerintah harus memastikan anggaran negara yang jumlahnya mencapai ratusan triliun rupiah tidak justru dinikmati kelompok masyarakat yang secara ekonomi tidak membutuhkan bantuan.

Dengan demikian, pemerintah kini tengah mencari formula agar subsidi energi dapat lebih terarah sekaligus mengurangi potensi pemborosan anggaran akibat subsidi yang salah sasaran.

Load More