InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB
Garuda Indonesia bersama InJourney meresmikan peluncuran program Free Domestic Flight dalam agenda Discover More Indonesia di Sarinah, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Program ini menyediakan 170.845 tiket penerbangan domestik gratis bagi wisatawan mancanegara. (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

"Ketika kita mencoba melaunching lagi program Free Domestic Flight ini tidak hanya bergerak sendiri, tetapi kami juga bergerak bersama-sama dengan stakeholder, bahkan juga sampai kementerian," kata Prina.

Garuda Indonesia menjadikan program serupa yang dijalankan maskapai Jepang sebagai salah satu referensi. Menurut Prina, program penerbangan domestik gratis di Jepang menunjukkan hasil positif setelah dijalankan bersama mitra pariwisata.

Dari sisi bisnis penerbangan, program ini diharapkan ikut meningkatkan tingkat keterisian penerbangan internasional Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia menargetkan load factor penerbangan internasional meningkat dari kisaran 70 persen menjadi sekitar 80 persen seiring bertambahnya permintaan perjalanan wisatawan mancanegara.

Sementara itu, Senior Vice President Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan penguatan konektivitas wisatawan tidak hanya berorientasi pada jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

Menurut Yudhistira, lama tinggal dan besaran pengeluaran wisatawan selama berada di Indonesia juga menjadi perhatian.

"Ini tidak hanya melulu tentang bagaimana mendatangkan wisatawan ke Indonesia atau jumlah wisatawan yang dihitung, tetapi lebih kepada bagaimana nanti mereka akan tinggal lebih lama, ke destinasi mana saja dan juga berapa besar spending-nya mereka," ujar Yudhistira.

Karena itu, InJourney mendorong penguatan konektivitas yang mencakup penerbangan, kesiapan destinasi, infrastruktur, hingga pengalaman wisata.

Yudhistira mengatakan InJourney ingin membangun pengalaman perjalanan yang terintegrasi bagi wisatawan sejak tiba di Indonesia hingga mengunjungi berbagai destinasi.

"Ketika nanti wisatawan asing datang ke Indonesia akan menggunakan maskapai kebanggaan Indonesia, Garuda, lalu kemudian tiba di bandara yang dikelola InJourney, kemudian mereka akan bepergian ke destinasi yang dikelola InJourney," kata Yudhistira.

Ekosistem perjalanan juga mencakup akomodasi dan sektor ritel yang berada dalam jaringan InJourney. Dengan memperpanjang masa tinggal dan mendorong wisatawan mengunjungi lebih banyak destinasi, aktivitas pariwisata diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dari sisi pemerintah, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata Dedi Ahmad Kurnia menyambut positif program Free Domestic Flight.

Dedi menilai program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing destinasi karena wisatawan yang datang ke Indonesia memiliki akses lebih mudah untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah.

"Program ini kita lihat sebagai sebuah langkah strategis dan juga langkah meningkatkan competitiveness destinasi-destinasi karena wisatawan yang datang ke Indonesia sekarang bisa langsung," kata Dedi.

Kementerian Pariwisata juga akan membantu mempromosikan program melalui ekosistem komunikasi yang dimiliki, termasuk bersama mitra di dalam dan luar negeri.

Dedi mengatakan kunjungan wisatawan ke Indonesia pada Januari hingga Juni 2026 tumbuh sekitar 5 persen. Di tengah fluktuasi harga minyak dunia, pemerintah melihat pasar Asia dan Australia masih memiliki pergerakan yang baik.

"Pasar kita memang siap shifting ke pasar yang di wilayah Asia dan Australia, di mana pergerakan pasar di sana masih baik," kata Dedi.

Pergeseran fokus pasar bukan berarti pemerintah meninggalkan wisatawan dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika. Pemerintah tetap mempertahankan pasar itu sembari memperkuat promosi di wilayah Asia dan Australia.

Melalui Discover More Indonesia, Garuda Indonesia dan InJourney ingin mengubah pola perjalanan wisatawan mancanegara agar tidak hanya berpusat pada destinasi tertentu.

Program Free Domestic Flight diharapkan memudahkan wisatawan memperpanjang masa tinggal, mengunjungi lebih banyak destinasi, serta menikmati keragaman pengalaman wisata Indonesia.***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com