Tak Peduli Angka Pertumbuhan Ekonomi, Prabowo Kejar Masyarakat Makmur dan Tak Kelaparam

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:08 WIB
Presiden Prabowo Subianto. [ANTARA FOTO/Fauzan/bay/kye]
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010 triliun pada semester I-2026 di Jakarta.
  • Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir dengan capaian 5,45 persen pada semester I-2026.
  • Pemerintah menegaskan bahwa investasi dan pertumbuhan ekonomi harus mendatangkan kesejahteraan langsung serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menilai investasi dan pertumbuhan ekonomi jangan dilihat hanya dari angkanya saja. Akan tetapi, harus dilihat bagaimana investasi dan petumbuhan ekonomi berdampak ke masyarakat mulai dari penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup.

Ia mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah membuat investasi Indonesia tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

"Pada Semester I-2026 ini saja realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dan telah menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ilustrasi [Suara.com/HD-diedit dengan AI]

Prabowo juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid. Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, sedangkan pertumbuhan pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen.

Menurut Prabowo, capaian tersebut menjadi pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Dengan kebijakan yang tepat dan rasional, Prabowo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen hingga akhir 2026.

Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir pemerintahannya.

"Tetapi saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," tegasnya.

Prabowo menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki arti apabila manfaatnya tidak dirasakan oleh mayoritas masyarakat.

"Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita kebanyakan, tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat kita yang paling bawah," bebernya

Karena itu, Prabowo menegaskan orientasi pemerintahannya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Itulah orientasi pemerintahan yang saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia," bebernya.

Ia juga menyinggung posisi Indonesia sebagai salah satu negara anggota G20. Menurutnya, status tersebut harus berjalan seiring dengan upaya memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kelaparan.

"Republik Indonesia anggota G20 tidak pantas masih ada rakyat kita yang lapar," katanya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com