Diserap untuk MBG, Harga Ayam Justru Meroket Jadi Rp38.000/kg

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Penjualan daging ayam di los Pasar Beringharjo. [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
  • Mendag Budi Santoso menyatakan harga daging ayam ras nasional naik menjadi Rp38.000 per kilogram di Jakarta pada Senin, 17 Agustus 2026.
  • Kenaikan harga tersebut terjadi akibat pasokan pasar diserap untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis sesuai harga acuan.
  • Meskipun naik, harga rata-rata nasional masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi sebesar Rp45.000 per kilogram.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan harga daging ayam ras mengalami kenaikan setelah pasokan di pasar diserap untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Budi mengatakan harga daging ayam ras saat ini berada di kisaran Rp38.000 per kilogram. Harga tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp34.000-Rp36.000 per kilogram.

"Daging ayam itu rata-rata nasional sekarang Rp38 ribu, HET-nya kan Rp45 ribu. Memang naik dari sebelumnya itu Rp34 ribu, sekarang Rp36 ribu ini sebenarnya setelah kemarin ada kebijakan dari MBG ya, penerapan MBG untuk telur dan daging ayam," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Menteri Perdagangan Budi Santoso. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Menurut Budi, kenaikan harga ayam terjadi setelah pelaksanaan MBG menerapkan kebijakan pembelian telur dan daging ayam sesuai harga acuan. Dengan kebijakan tersebut, pembelian untuk kebutuhan MBG ikut menyerap pasokan yang sebelumnya dijual dengan harga lebih rendah.

"Karena kemarin kebijakannya itu harus membeli sesuai harga acuan yang ada. Jadi tidak boleh juga MBG membeli harga yang rendah, tapi harus sesuai dengan harga acuan. Sehingga harga yang tadinya murah ya sekarang menjadi terserap oleh MBG," ujarnya.

Budi menilai kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar karena harga rata-rata nasional daging ayam masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp45.000 per kilogram.

"Jadi ini saya kira bagus sekali karena semua berjalan bersama. Jadi kalau ada kenaikan memang kenaikan dari rendah naik, tetapi masih mendekati HET-lah," tutur Budi.

Namun, Budi mengakui terdapat daerah tertentu yang harga ayam maupun bahan pangan lainnya masih jauh di atas HET. Salah satunya wilayah Papua Pegunungan yang menghadapi kendala distribusi.

"Kecuali daerah tertentu yang disampaikan tadi, misalnya kayak Papua Pegunungan itu itu memang tinggi jauh di atas HET," pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com