Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara

Selasa, 29 September 2026 | 16:46 WIB
Timnas Indonesia saat berlaga di FIFA ASEAN Cup. (Instagram/@timnasindonesia)
BACA 10 DETIK
  • Timnas Indonesia ditahan imbang tanpa gol oleh Malaysia pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (28/9/2026).
  • Thom Haye mendapat kartu merah langsung pada menit ke-37 sehingga Indonesia harus bermain dengan sepuluh orang.
  • Hasil imbang tersebut membuat Malaysia memimpin klasemen Grup A, sedangkan Indonesia berada di posisi kedua.

Suara.com - Media Vietnam, Tuoi Tre, menyoroti kritik publik sepak bola Asia Tenggara terhadap Timnas Indonesia setelah ditahan Malaysia 0-0 pada Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (28/9/2026).

Hasil tersebut membuat Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapat kartu merah langsung.

Malaysia kemudian memiliki keunggulan jumlah pemain selama hampir satu jam, tetapi gagal mencetak gol.

Menurut laporan Tuoi Tre, hasil imbang tersebut memunculkan berbagai komentar kritis dari komunitas sepak bola Asia Tenggara.

Salah satu sorotan diarahkan kepada permainan Indonesia yang dianggap belum menunjukkan perbedaan signifikan meski diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di Eropa.

Fanpage asal Thailand, Buriram Prankster, menjadi salah satu pihak yang mengomentari pertandingan tersebut.

Justin Hubner optimistis Timnas Indonesia tetap berpeluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. (Antara)

Akun dengan lebih dari 200.000 pengikut itu menilai Malaysia tampil lebih baik dibandingkan para pemain Indonesia yang berkarier di Eropa.

"Pertandingan berakhir tanpa banyak hal menarik. Malaysia bermain lebih baik daripada para pemain Eropa Indonesia," tulis akun tersebut.

Soal statistik pelanggaran Indonesia juga jadi sorotan.

Berdasarkan data Sofascore, pemain Indonesia melakukan 11 pelanggaran dan menerima dua kartu kuning serta satu kartu merah langsung.

Kartu merah Thom Haye menjadi titik balik pertandingan.

Setelah kehilangan satu pemain, Indonesia lebih banyak bertahan dan membentuk blok pertahanan untuk meredam serangan Malaysia.

Di sisi lain, Malaysia sebenarnya memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Namun, serangan Harimau Malaya tidak menghasilkan gol hingga pertandingan berakhir.

Kritik tidak hanya datang dari suporter Malaysia atau negara Asia Tenggara lainnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com