IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:33 WIB
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (18/8), terseret aksi jual saham teknologi dan kenaikan yield obligasi Amerika Serikat (AS) yang memicu kekhawatiran investor terhadap inflasi serta meningkatnya biaya pinjaman. Foto ANTARA.
  • Wall Street tertekan aksi jual saham teknologi dan kenaikan yield obligasi.
  • Bursa Asia ikut melemah di tengah ketegangan AS-Iran dan kenaikan harga minyak.
  • IHSG berpotensi koreksi terbatas, enam saham masuk radar trading BNI Sekuritas.

"IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini," kata Fanny.

Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 6.330-6.400. Sementara itu, area resistance berada pada level 6.500-6.550.

Enam Saham Jadi Pilihan Trading

Di tengah potensi koreksi IHSG, BNI Sekuritas menyiapkan sejumlah saham yang dapat menjadi perhatian investor untuk strategi trading.

BBCA menjadi salah satu pilihan dengan strategi speculative buy pada area Rp6.200-Rp6.300. Batas cut loss berada di bawah Rp6.200, dengan target Rp6.375-Rp6.575.

PADA direkomendasikan dengan strategi buy on weakness di area Rp230-Rp240. Cut loss di bawah Rp230 dan target terdekat Rp254-Rp268.

Sementara TPIA menjadi pilihan speculative buy di sekitar Rp1.965 dengan cut loss di bawah Rp1.950. Target berada pada Rp2.010-Rp2.060.

Untuk CUAN, area speculative buy berada di Rp820-Rp840 dengan cut loss di bawah Rp820. Target terdekat Rp855-Rp875.

ANTM juga masuk daftar pilihan dengan area speculative buy sekitar Rp3.100. Cut loss ditetapkan di bawah Rp3.080, sedangkan target berada di Rp3.130-Rp3.160.

Adapun PANI direkomendasikan dengan area speculative buy Rp6.000-Rp6.075. Investor dapat mempertimbangkan cut loss di bawah Rp5.925 dengan target Rp6.125-Rp6.200.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com