ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB
PLTS terapung di Indonesia punya potensi yang mumpuni dari segi finansial yakni sebesar 77,8 gigawatt di 179 lokasi. (dok. Web/Kementerian ESDM)
  • ESDM mulai tender PLTS 30 GW pada 2026.
  • Pemerintah membidik total 100 GW PLTS hingga 2028.
  • Proyek PLTS dikebut untuk EBT dan target NZE 2060.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membuka proses penawaran umum atau tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW) pada 2026.

Proyek tersebut menjadi tahap awal dari ambisi pemerintah membangun total 100 GW PLTS dalam kurun waktu 2-3 tahun ke depan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, percepatan pembangunan PLTS tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidato pengantar RAPBN.

"Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, kemarin dalam pidato pengantar APBN Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita akan mendorong pembangunan PLTS sebesar 100 GW dalam beberapa tahun ke depan. Tahun 2026 ini kita mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 GW," kata Bahlil di Jakarta, dikutip Kamis (20/8/2026).

Menurut Bahlil, pemerintah kini mulai menyiapkan proses tender untuk merealisasikan proyek tersebut. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo terkait kesiapan pelaksanaan lelang.

"Tendernya kita akan mulai lakukan sekarang. Bauran energi baru terbarukan akan tetap kita jalankan," ujar Bahlil.

Pembangunan PLTS dalam skala besar tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah pasokan listrik berbasis energi bersih. Pemerintah juga menjadikannya sebagai bagian dari strategi mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Target PLTS 100 GW pada periode 2026-2028 sebelumnya telah dirancang sebagai salah satu langkah pemerintah menuju swasembada energi.

Peningkatan kapasitas energi surya juga diharapkan dapat membantu pemerintah menjaga komitmen terhadap peningkatan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional.

Langkah tersebut sekaligus diselaraskan dengan penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com