- Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono menyatakan generasi muda mendominasi populasi dan tenaga kerja ekonomi kreatif pada Juni 2026.
- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan sektor ekonomi kreatif diperkuat lewat delapan klaster prioritas untuk pertumbuhan nasional.
- Bank Indonesia mengimplementasikan program kewirausahaan dan wastra guna memperkuat kapasitas serta regenerasi UMKM secara berkelanjutan.
Suara.com - Generasi muda dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak inovasi, kewirausahaan, dan regenerasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas A.M. Djiwandono mengatakan, berdasarkan Survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Generasi Z dan milenial mencapai 49,27 persen dari total 284,67 juta penduduk Indonesia.
Kedua kelompok generasi tersebut juga memiliki peran yang semakin kuat dalam ekonomi kreatif, dengan kontribusi mencapai 63 persen dari tenaga kerja.
"Berani berkarya, terus berinovasi, dan tetap jaga identitas Indonesia di tengah persaingan global,” kata Thomas dalam siaran pers yang diterima, Senin (24/6/2026).
Menurut Thomas, kedekatan generasi muda dengan teknologi, media sosial, dan ekonomi digital, serta kebanggaan terhadap produk lokal, menjadi modal penting untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap UMKM.
Apalagi, keberlanjutan UMKM membutuhkan proses regenerasi yang mampu menghubungkan kekuatan antargenerasi.
Pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang telah dibangun generasi sebelumnya perlu diwariskan, sementaragenerasi muda diharapkan membawa perspektif baru untuk menciptakan nilai tambah dan memperluas peluang usaha.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku, Riefky Harsya, menegaskan ekonomi kreatif memiliki peran penting sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Penguatan sektor tersebut dilakukan melalui delapan klaster prioritas ASTA EKRAF, yang mencakup pengembangan ekosistem, talenta, pembiayaan, pemasaran, hingga diplomasi ekonomi kreatif.
Sinergi pemerintah dan Bank Indonesia juga diarahkan untuk mendukung agenda tersebut melalui pembiayaan, infrastruktur, pemasaran, dan insentif sesuai Rencana Aksi Ekonomi Kreatif Tahap I 2026–2029.
“Dengan kolaborasi, semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang terakselerasi. Dari local heroes yang go national hingga menjadi national champions yang go global,” ujar Riefky.
Sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi UMKM, Bank Indonesia membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas, inovasi, dan kewirausahaan.
Upaya tersebut dilakukan melalui tiga pilar pengembangan UMKM, yakni korporatisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pembiayaan.
Implementasinya antara lain melalui Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, termasuk Citra Nusa, kompetisi Inovasi Wastra Nusantara yang melibatkan 580 UMKM wastra terpilih dari seluruh Indonesia. Sebagian besar peserta merupakan wirausahawan muda.
Program Citra Nusa diarahkan untuk mendorong regenerasi sektor wastra sekaligus meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat integrasi rantai pasok.