Lifestyle / Food & Travel
Senin, 24 Agustus 2026 | 12:44 WIB
Bali Jadi Proyek Percontohan Pengelolaan Sampah Plastik dari Penerbangan. (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Sampah plastik dari pesawat dipilah sejak sumbernya dan disalurkan menuju fasilitas daur ulang resmi.
  • Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekonomi sirkular serta mengurangi dampak lingkungan dari sektor transportasi udara.
  • Kolaborasi program Semangat Gerak di Bali untuk ini mengelola sampah plastik penerbangan.

Suara.com - Sampah plastik dari aktivitas penerbangan menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Salah satu upaya untuk mengatasinya dilakukan melalui kolaborasi AQUA dan Citilink yang mengembangkan pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dari aktivitas penerbangan.

Melalui kolaborasi bertajuk Semangat Gerak, sampah plastik yang terkumpul dari penerbangan akan dipilah dan disalurkan ke ekosistem pengumpulan dan daur ulang. Bali menjadi salah satu rute yang dipilih sebagai proyek percontohan inisiatif tersebut. Demikian seperti dikutip dari ANTARA. 

Langkah ini mempertemukan sektor transportasi udara dengan sistem pengelolaan sampah yang selama ini lebih banyak berlangsung di tingkat komunitas, fasilitas pengumpulan, hingga industri daur ulang. Dengan pemilahan sejak sumbernya, material yang masih memiliki nilai ekonomi diharapkan tidak berakhir sebagai sampah yang dibuang.

Namun, pengelolaan sampah dari aktivitas penerbangan juga tidak berhenti pada proses pengumpulan. Efektivitasnya bergantung pada konsistensi pemilahan, sistem pengangkutan, kapasitas fasilitas daur ulang, serta keterlibatan berbagai pihak di sepanjang rantai pengelolaan sampah.

CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier, mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah pascakonsumsi.

“Kolaborasi lintas industri dapat menghadirkan solusi yang lebih konkret dalam mendorong ekonomi sirkular,” ujarnya.

AQUA menyebut telah mengembangkan sistem pengumpulan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi sejak 1993. Sistem tersebut kemudian diperkuat melalui gerakan #BijakBerplastik pada 2018.

Menurut perusahaan, ekosistem tersebut kini melibatkan sejumlah fasilitas dan mitra, mulai dari bank sampah induk, Recycling Business Unit (RBU), collection center, TPST hingga TPS3R. AQUA mengklaim bersama mitranya mengumpulkan lebih dari 51.000 ton sampah plastik per tahun untuk didaur ulang menjadi material bernilai ekonomi.

Baca Juga: Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

Di Bali, upaya pengelolaan sampah juga dilakukan melalui sejumlah pendekatan, termasuk penyediaan tempat sampah terpilah, Reverse Vending Machine (RVM), serta model bisnis isi ulang di kawasan Sanur.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro mengatakan pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas penerbangan.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan layanan penerbangan yang tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” katanya.

Load More