Investor Asing Serbu Surat Utang Indonesia, Paling Agresif Sejak 2019

Senin, 24 Agustus 2026 | 12:41 WIB
Kepemilikan asing atas surat utang pemerintah Indonesia naik tipis menjadi 12,8 persen pada pertengahan 2026. [Suara.com/Gemini]
  • Investor asing kembali menyerbu surat utang Indonesia, dengan total modal mencapai Rp159,3 triliun.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen untuk memberikan imbal hasil tinggi bagi investor.
  • Kepemilikan asing atas surat utang pemerintah Indonesia naik tipis menjadi 12,8 persen pada pertengahan 2026.

Suara.com - Para investor asing kini ramai-ramai menyerbu surat utang pemerintah Indonesia dalam kecepatan, yang menurut Bloomberg Senin (24/8/2026), yang belum pernah disaksikan sejak pandemi Covid-19 di 2019 lalu.

Masuknya modal asing via surat utang pemerintah itu menandai pembalikan tajam dari arus modal keluar terjadi secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.

Modal asing yang masuk ke Indonesia sejak Juni 2026 berjumlah sektiar 9 miliar dolar AS atau sekitar Rp159,3 triliun. Jumlah itu berasal dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Tren ini didorong oleh langkah Bank Indonesia yang memberikan imbal hasil lebih tinggi bagi pemegang utang pemerintah.

Kepemilikan asing atas obligasi pemerintah Indonesia sempat merosot hingga sekitar 13 persen dari total penerbitan pada akhir 2025.

Angka tersebut merupakan level terendah dalam hampir dua dekade, sangat jauh dari porsi kepemilikan asing sebesar 39 sampai 40 persen sebelum COVID-19 merusak arus modal global.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin secara kumulatif sepanjang Mei dan Juni 2026, yang mendorong suku bunga ke level 5,75 persen.

Suku bunga yang lebih tinggi berarti imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dari surat utang negara, dan imbal hasil tinggi ini berhasil menarik perhatian para pengelola dana investasi global.

Hasilnya instan. Data kuartal III 2026 hingga pertengahan Agustus mencatat net foreign portfolio inflows sebesar 1,8 miliar dolar AS.

Sementara lelang obligasi domestik mencatat partisipasi asing yang tinggi, dengan aliran masuk modal asing mencapai Rp10,2 triliun sepanjang Juli dan Agustus saja. Kepemilikan asing naik tipis menjadi sekitar 12,8 persen pada pertengahan 2026.

Sebagai pembanding, kepemilikan asing terhadap surat utang pemerintah pernah mencapai Rp1.092,02 triliun pada 24 Januari 2020. Ini adalah rekor tertinggi.

Saat ini kepemilikan asing atas surat utang pemerintah hanya sekitar sepertiga dari era sebelum Covid-19.

Untuk memulihkan porsi kepemilikan dari 12,8 persen ke kisaran 40 persen seperti pada tahun 2019, diperlukan arus masuk modal yang berkelanjutan selama beberapa tahun.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com