Askrindo Kawal Proyek Rp261,9 T, Dari Whoosh Hingga IKN

Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Para kru menaiki kereta di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Askrindo dukung 512 proyek strategis senilai Rp261,9 triliun.
  • 16 PSN senilai Rp143,2 triliun masuk dalam dukungan Askrindo.
  • Kapasitas Commercial Line Askrindo naik 42% menjadi Rp28,6 triliun.

Meski peluang bisnis semakin besar, Askrindo menegaskan tidak akan mengejar nilai proyek dengan mengabaikan risiko.

Perusahaan tetap menempatkan prinsip kehati-hatian, underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola sebagai fondasi dalam menentukan proyek yang akan didukung.

Leonardo mengatakan setiap risiko harus melalui proses analisis dan underwriting dengan mempertimbangkan profil risiko serta kemampuan perusahaan dalam mengelolanya.

“Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo,” tegasnya.

Penguatan underwriting menjadi salah satu fokus perusahaan sepanjang 2025, bersamaan dengan upaya memperbaiki kualitas portofolio dan memperkuat proses bisnis.

Di balik proyek-proyek bernilai ratusan triliun rupiah tersebut, Askrindo juga menjalankan peran di sektor ekonomi masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui program tersebut, Askrindo memberikan perlindungan asuransi kredit yang mendukung akses pelaku UMKM terhadap pembiayaan perbankan.

Artinya, peran perusahaan berjalan pada dua sisi. Di satu sisi, Askrindo menjadi bagian dari ekosistem perlindungan proyek strategis berskala besar. Di sisi lain, perusahaan memberikan dukungan bagi UMKM agar dapat mengakses pembiayaan.

“Bagi kami, UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Karena itu, keberadaan Askrindo tidak hanya terlihat dalam dukungan terhadap proyek-proyek strategis, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, yang mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” kata Leonardo.

Kemampuan Askrindo menjalankan peran tersebut juga ditopang oleh fundamental keuangan perusahaan.

Berdasarkan Laporan Keuangan 2025 audited, hingga Desember 2025 Askrindo mencatatkan aset sebesar Rp22,23 triliun, ekuitas Rp8,68 triliun, dan laba setelah pajak atau EAT sebesar Rp1,04 triliun.

Fundamental tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas bisnis tanpa mengesampingkan kualitas pengelolaan risiko.

“Kami ingin Askrindo terus menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Baik melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, maupun UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah KUR. Seluruhnya kami jalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan keberlanjutan perusahaan,” tutup Leonardo.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com