Purbaya Siapkan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan, Minta BNPB Tak Mark Up Dana

Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:27 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran penanganan karhutla Kalimantan bergantung pada permintaan BNPB di Jakarta.
  • BNPB memiliki dana awal sebesar lima triliun rupiah yang siap ditambah oleh Kementerian Keuangan jika diperlukan.
  • Purbaya memperkirakan biaya karhutla lebih kecil dari bencana banjir dan meminta agar anggaran tersebut tidak dimark-up.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah menyiapkan anggaran untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kalimantan.

Menkeu Purbaya menyebut kalau anggaran penanganan Karhutla Kalimantan nantinya tergantung dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Itu kan kita diminta, nanti tergantung permintaan BNPB kan. Kita akan channeling lewat BNPB," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Saat ditanya berapa anggaran yang disiapkan, Purbaya hanya menyinggung soal dana Rp 5 triliun yang saat ini masih dimiliki BNPB. Namun dirinya memastikan anggaran itu ditambah apabila kurang.

"(BNPB) Belum minta. Tapi kita sediakan, kan mereka punya Rp 5 triliun. Kalau kurang ya kita tambah nanti," lanjutnya.

Bendahara Negara menyebut kalau saat ini BNPB belum memberikan total anggaran yang diperlukan untuk penanganan karhutla Kalimantan. 

Namun dia memperkirakan bahwa anggaran penanganan karhutla Kalimantan tidak sebesar dana untuk bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat beberapa waktu lalu.

"Sekarang ini masih terjadi kan, dia akan access ulang. Tapi hitungan saya sih enggak akan sebesar di Aceh, karena kan Aceh masih sekali," lanjutnya. 

Untuk saat ini Purbaya baru menerima pengajuan anggaran dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Namun jika BNPB sudah mengajukan, Kemenkeu siap menyediakan anggaran.

Purbaya juga mewanti-wanti agar anggaran penanganan karhutla Kalimantan tidak dilebihkan (mark up). Sebab anggaran penanggulangan bencana berbeda dengan belanja Pemerintah biasa.

"Kita sih uangnya siap terus, tinggal BNPB operasinya seperti apa. Asal jangan di-mark up saja. Kalau untuk bencana kan approach-nya beda dengan untuk belanja biasa. Bencana kan menyangkut hajat hidup orang banyak betulan, mengancam kehidupan mereka. Jadi kita akan beda approach-nya dengan program-program yang lain," jelas Purbaya. 

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com