Labirin Birokrasi Mau Dipangkas,UMKM Tak Perlu Pusing Cari Layanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:59 WIB
Ilustrasi UMKM. [Suara.com/Budi Arista Romadhoni]
  • Pemerintah meluncurkan Perintis Berdaya Connect di Kota Batu pada Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Program ini mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah untuk memangkas kerumitan birokrasi dan administrasi UMKM.
  • Peluncuran tersebut menyediakan lokakarya perizinan, bazar produk, serta akses layanan jaminan sosial kesehatan.

Suara.com - Pemerintah berupaya memangkas kerumitan birokrasi yang selama ini dapat menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnisnya.

Langkah tersebut dilakukan melalui peluncuran Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu, Jawa Timur. PBC dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi dengan berbagai program pemerintah, mitra usaha, serta layanan pendukung.

Konsep yang ditawarkan bukan dengan menambah program atau fasilitas baru. Pemerintah justru ingin menghubungkan berbagai layanan yang selama ini sudah tersedia agar lebih mudah ditemukan dan diakses oleh masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison mengatakan pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi kerumitan administratif yang dihadapi pelaku usaha.

Ilustrasi UMKM  (Ist)

"Filosofi utama Perintis Berdaya Connect bukan menambah beban administratif dengan program baru. Sebaliknya, kami ingin merapikan labirin birokrasi, menyederhanakan akses, dan mengintegrasikan layanan pengembangan usaha masyarakat. Dengan pendekatan ini, kami ingin dapat memperpendek jarak antara pelaku usaha dan berbagai dukungan yang mereka butuhkan, baik bagi usaha yang baru dimulai maupun yang sedang berkembang," ujar Leontinus seperti dikutip, Kamis (27/8/2026).

PBC Batu menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Batu, Batu Creative Hub, Komite Ekonomi Kreatif Batu, serta Rumah BUMN Malang.

Kolaborasi tersebut juga terbuka bagi mitra lain untuk bergabung sesuai kebutuhan dan potensi daerah. Dengan begitu, dukungan bagi pelaku usaha diharapkan dapat terus berkembang tanpa harus membuat masyarakat mencari layanan ke berbagai tempat secara terpisah.

Pemerintah mencoba menerjemahkan konsep tersebut melalui layanan yang langsung berkaitan dengan kebutuhan pelaku usaha. Dalam peluncuran PBC Batu, misalnya, digelar lokakarya mengenai kepastian usaha, termasuk skema perpajakan final bagi UMKM dan koperasi.

Selain itu, dilakukan inventarisasi berbagai hambatan perizinan usaha yang berkaitan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Artinya, PBC tidak hanya diarahkan sebagai tempat berkumpulnya pelaku UMKM. Ruang tersebut menjadi titik temu antara masyarakat dengan berbagai layanan yang dibutuhkan untuk memulai maupun mengembangkan usaha.

Persoalan pelaku UMKM tidak berhenti pada perizinan dan administrasi. Akses terhadap pasar juga menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.

PBC Batu menghadirkan bazar dan festival kuliner yang diikuti sekitar 16 booth UMKM binaan Kota Batu dan empat booth UMKM binaan Permodalan Nasional Madani (PNM). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang membangun jejaring dengan calon mitra.

Dukungan juga diperluas melalui layanan Cek Kesehatan Gratis bersama Dinas Kesehatan Kota Batu. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan turut membuka booth untuk memberikan informasi serta akses layanan jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan.

Dengan model tersebut, berbagai kebutuhan masyarakat diupayakan dapat terkoneksi dalam satu ekosistem, mulai dari pengembangan usaha, perizinan, akses pasar hingga perlindungan sosial.

Leontinus menegaskan PBC merupakan upaya untuk mengoptimalkan berbagai program dan layanan yang telah tersedia, bukan menciptakan lapisan program baru.

Model PBC Batu sendiri merupakan replikasi dari praktik PBC yang sebelumnya telah berjalan di Bandung. Pemerintah berharap pendekatan tersebut dapat dikembangkan ke wilayah lain dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi daerah masing-masing.

Sementara itu, Menko Muhaimin berharap keberadaan PBC Batu dapat menjadi penggerak baru bagi ekosistem usaha di wilayah tersebut.

"Saya sangat berharap Perintis Berdaya Connect Batu ini agar menjadi gerakan transformasi ekosistem usaha yang menjadi penopang pertumbuhan pelaku ekonomi di Kota Batu dan sekitarnya. Kita yakin dengan ekosistem yang baik, program Perintis Berdaya Connect Batu ini menjadikan Kota Batu unggul dibanding kota-kota lainnya di seluruh Indonesia," kata Menko Muhaimin.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com