PLN dan Pemprov Bali Kembangkan 5 Klaster PLTS 1.000 MWp

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:56 WIB
PLN dan Pemprov Bali mengembangkan lima klaster PLTS berkapasitas total 1.000 MWp dengan sistem BESS 3.300 MWh. [Pexels]
  • PLN dan Pemprov Bali mengembangkan lima klaster PLTS berkapasitas total 1.000 MWp dengan sistem BESS 3.300 MWh.
  • khusus untuk Pulau Dewata, sebanyak 300 MWp dari total target 1.000 MWp akan ditempatkan di Klaster Gilimanuk.
  • Proyek nasional ini bertujuan mendukung swasembada energi serta mewujudkan sistem kelistrikan yang bersih dan mandiri.

Suara.com - PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan 5 Klaster Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 1.000 megawatt peak (MWp). Proyek tersebut nantinya akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3.300 megawatt hour (MWh).

Pengembangan infrastruktur energi hijau di Bali tersebut menjadi bagian dari peluncuran nasional Program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Gilimanuk, Bali pada Selasa (25/8/2026) lalu. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa khusus untuk Pulau Dewata, sebanyak 300 MWp dari total target 1.000 MWp akan ditempatkan di Klaster Gilimanuk.

“Kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk,” ujar Darmawan lewat keterangannya pada Jumat (28/8/2026). 

Secara nasional, tahap awal program ini mencakup 14 proyek PLTS berkapasitas total 5.300 MWp yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Kementerian ESDM mencatat total investasi program PLTS 100 GWp mencapai sekitar 71,3 miliar dolar AS (sekitar Rp1.140 triliun) yang dikembangkan melalui delapan skenario, mulai dari eliminasi PLTU, PLTS skala besar, PLTS terapung, hingga PLTS atap.

PLN bertugas menyiapkan integrasi pasokan listrik dari pembangkit surya tersebut ke dalam sistem kelistrikan nasional, guna mendukung target swasembada energi pemerintah.

"PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem energi surya yang tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memperkuat industri nasional, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” kata Darmawan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com