Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Dua Punya Aset Jumbo

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:42 WIB
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengungkapkan tujuh perusahaan bersiap melakukan IPO. [Antara]
  • Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengungkapkan tujuh perusahaan bersiap melakukan IPO.
  • Tujuh perusahaan dalam antrean IPO tersebut terdiri dari berbagai skala aset serta mencakup empat sektor bisnis berbeda.
  • BEI mencatat sebanyak tujuh perusahaan telah sukses melakukan IPO dengan total himpunan dana Rp2,16 triliun.

Suara.com - Sebanyak tujuh perusahaan sedang mengantre untuk melantaikan saham perdana mereka di Bursa Efek Indonesia atau BEI, demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Dari tujuh perusahaan yang sedang mengantre untuk mengadakan Initial Public Offering atau IPO di pasar modal itu, tiga di antaranya beraset skala besar di atas Rp250 miliar, dua skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, serta dua perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

"Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Saidu.

Adapun, klasifikasi skala aset perusahaan tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Dari sisi sektor tujuh perusahaan antrean IPO, Saidu merincikan sebanyak empat perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, satu perusahaan sektor energi, dan satu perusahaan sektor industri.

Sampai 28 Agustus 2026, BEI melaporkan terdapat tujuh perusahaan yang telah melangsungkan IPO dengan dana dihimpun total senilai Rp2,16 triliun.

Dengan demikian, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia saat ini tercatat sebanyak 963 perusahaan.
Sementara itu, BEI mencatat penerbitan sebanyak 122 emisi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp112,00 triliun hingga 28 Agustus 2026.

Sampai periode tersebut, Saidu mengungkapkan terdapat 14 emisi dari 9 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline untuk menerbitkan emisi EBUS, yang terdiri dari berbagai sektor.

Sementara itu, untuk aksi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), terdapat 15 perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp15,85 triliun sampai 28 Agustus 2026

Dalam antrean right issue, terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue yaitu terdiri dari sektor properti.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com