Sektor Transportasi Deflasi di Agustus 2026 Imbas Harga Tiket Pesawat dan Bensin Turun

Selasa, 01 September 2026 | 12:26 WIB
Ilustrasi tiket pesawat. [Gemini AI]
  • Badan Pusat Statistik mencatat kelompok pengeluaran transportasi mengalami deflasi bulanan sebesar 0,50 persen pada Agustus 2026.
  • Penurunan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi dua faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi tersebut.
  • Deputi BPS Ateng Hartono menyatakan penurunan sektor transportasi berhasil menahan laju inflasi umum secara bulanan.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok pengeluaran transportasi mengalami deflasi sebesar 0,50 persen secara bulanan (month-to-month) pada Agustus 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa penurunan harga di sektor transportasi ini menjadi salah satu penahan laju inflasi umum.

"Pada Agustus tahun 2026, untuk kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,50% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,06%," ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Selasa (1/9/2026).

Penurunan tarif penerbangan udara dan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin menjadi dua faktor utama di balik melandainya biaya transportasi pada bulan ini.

"Adapun komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok transportasi terutama tarif angkutan udara dengan andil deflasi sebesar 0,06%, juga bensin dengan andil deflasi sebesar 0,03%," tambah Ateng.

Deflasi di sektor transportasi ini turut memengaruhi pergerakan komponen harga yang diatur oleh pemerintah (administered prices). Menurut BPS, komponen ini secara keseluruhan mencatatkan deflasi sebesar 0,33% dengan sumbangan andil deflasi sebesar 0,07%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers virtual yang disiarkan YouTube BPS, Selasa (1/9/2026). [Screenshot YouTube]

"Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah yaitu tarif angkutan udara dan juga bensin," jelas Ateng.

Kendati mengalami penyesuaian harga secara bulanan, BPS mencatat bahwa secara tahunan (year-on-year), kelompok transportasi masih mencatatkan inflasi sebesar 4,79% dibanding Agustus 2025, dengan andil inflasi tahunan sebesar 0,58%. Pendorong utamanya meliputi bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, hingga mobil.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com