- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.632 pada perdagangan Kamis, 3 September 2026.
- Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG menguat karena ditopang oleh pergerakan positif bursa saham Amerika Serikat.
- Penguatan Wall Street terjadi akibat penurunan imbal hasil US Treasury serta data tenaga kerja yang lemah.
Selain pasar AS, sejumlah bursa kawasan juga mencatatkan penguatan. Indeks Singapura (STI) naik 0,6 persen ke 5.744, sedangkan EIDO yang menjadi salah satu indikator saham Indonesia di pasar AS naik 0,5 persen.
Dari pasar domestik, investor asing masih mencermati sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Pergerakan sejumlah komoditas juga menjadi perhatian investor. Harga minyak Brent tercatat naik 1 persen menjadi 96 dolar AS per barel. Harga batu bara ICE naik 0,8 persen menjadi 149 dolar AS per ton, sedangkan nikel menguat 1,5 persen menjadi 16.577 dolar AS per ton.
Harga emas juga naik 1,2 persen ke level 4.382 dolar AS per troy ounce.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp17.760 per dolar AS, menguat 0,2 persen.
Dengan kombinasi penguatan bursa global dan turunnya yield US Treasury, Samuel Sekuritas melihat sentimen eksternal berpotensi memberikan dorongan positif bagi IHSG pada perdagangan Kamis.