- Indeks CFX10 di Indonesia turun 23,30 persen dari level 872,67 menjadi 702,71 sepanjang Juni 2026.
- Volume perdagangan pasar spot Indonesia pada Juni 2026 turun enam persen menjadi Rp21,4 triliun.
- Volume perdagangan pasar derivatif Indonesia pada Juni 2026 turun empat persen menjadi Rp4,44 triliun.
Suara.com - Pasar aset kripto Indonesia berada dalam tekanan sepanjang Juni 2026. Kondisi tersebut tercermin dari pergerakan Indeks CFX10 yang mengalami penurunan cukup dalam selama satu bulan.
Dikutip dalam CFX Newsletter Edisi Juni, Jumat (4/9/2026), Indeks CFX10 berada di level 872,67 pada 1 Juni 2026. Namun, hingga akhir bulan, indeks tersebut turun 23,30 persen menjadi 702,71 pada 30 Juni 2026.
Sejalan dengan penurunan harga, aktivitas perdagangan di pasar aset kripto Indonesia juga ikut melambat.
Volume perdagangan pasar spot pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp21,4 triliun, turun 6 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp22,6 triliun.
Jika dilihat dari beberapa bulan sebelumnya, volume perdagangan pasar spot tercatat Rp22,9 triliun pada April dan Rp22,2 triliun pada Maret.
Secara kumulatif, volume perdagangan pasar spot sepanjang enam bulan pertama 2026 mencapai Rp142,7 triliun. Angka tersebut turun 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp227 triliun.
Meski volume perdagangan menurun, pasar spot masih mencatat aktivitas transaksi yang cukup tinggi. Frekuensi transaksi sepanjang Juni mencapai 13,5 juta transaksi dengan rata-rata nilai transaksi sekitar Rp1,6 juta.
Dari komposisi perdagangan, transaksi beli atau buy mendominasi dengan porsi 53,3 persen. Sementara transaksi jual atau sell tercatat sebesar 46,7 persen.
Pasar Derivatif Ikut Melemah
Tekanan pasar juga terlihat pada perdagangan aset kripto di pasar derivatif.
Pada Juni 2026, volume perdagangan pasar derivatif tercatat Rp4,44 triliun, turun 4 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp4,61 triliun.
Sebagai perbandingan, volume perdagangan derivatif pada April tercatat Rp4,44 triliun, sedangkan pada Maret mencapai Rp4,36 triliun.
Secara kumulatif, volume perdagangan pasar derivatif hingga Juni 2026 mencapai Rp26 triliun.
Dari komposisi transaksinya, aktivitas buy kembali lebih dominan dengan porsi 53,9 persen. Sementara transaksi sell berada di level 46,1 persen.