OKX Catat Cadangan Kripto Miliknya Tembus Rp366 Triliun per Agustus 2026

Kamis, 03 September 2026 | 11:51 WIB
Ilustrasi Kripto. [Unsplash]
  • OKX mencatat cadangan aset US$22,96 miliar per Agustus 2026.
  • Rasio cadangan BTC mencapai 111%, XRP 108%, dan USDT 106%.
  • PoR memakai zk-STARK untuk verifikasi tanpa membuka saldo pengguna.

Suara.com - OKX kembali membuka isi “brankas” aset kriptonya ke publik. Bursa kripto global tersebut menerbitkan laporan Proof of Reserves (PoR) ke-46 secara berturut-turut, dengan total aset utama mencapai US$22,96 miliar atau sekitar Rp380 triliun.

Laporan per Agustus 2026 itu menunjukkan aset pengguna di OKX tercadangkan dengan rasio di atas 1:1. Artinya, untuk aset-aset kripto utama yang dilaporkan, jumlah aset yang dikuasai OKX setidaknya setara atau lebih besar dibandingkan saldo pengguna.

Yang menarik, publikasi tersebut bukan dilakukan sekali untuk merespons gejolak pasar. OKX menyebut laporan PoR telah diterbitkan setiap bulan tanpa jeda selama 46 bulan.

Langkah ini menjadi penting di tengah industri kripto yang masih dibayangi pertanyaan mengenai keamanan aset dan kemampuan bursa memenuhi penarikan dana pengguna ketika pasar mengalami tekanan.

Dalam laporan terbaru, OKX memerinci rasio cadangan sedikitnya 22 aset kripto utama.

Beberapa aset bahkan memiliki tingkat cadangan jauh di atas 100%. Bitcoin (BTC) tercatat memiliki rasio cadangan 111%, sementara XRP mencapai 108%.

Selanjutnya, rasio cadangan USDT berada di 106%, sedangkan Solana (SOL) sebesar 104%.

Untuk Ethereum (ETH) dan USD Coin (USDC), masing-masing tercatat memiliki rasio cadangan 101%. Dogecoin (DOGE) juga berada di level 101%, sedangkan token OKB tercatat 100%.

Secara sederhana, rasio di atas 100% berarti aset yang berada dalam penguasaan OKX lebih besar dibandingkan total saldo pengguna untuk aset tersebut.

Bagi industri kripto, angka 46 bulan berturut-turut menjadi salah satu bagian penting dari laporan tersebut.

OKX menekankan bahwa transparansi cadangan tidak diposisikan sebagai respons ketika pasar sedang bergejolak, melainkan sebagai praktik rutin.

Ferry, Growth Manager OKX Wallet, mengatakan konsistensi tersebut bukan sekadar persoalan mengejar angka publikasi.

“46 bulan berturut-turut bukan soal angka. Ini soal rutinitas.”

Menurut dia, pengguna memiliki hak untuk mengetahui keberadaan aset mereka dan dapat melakukan pemeriksaan kapan pun diperlukan.

OKX juga mengklaim mekanisme PoR yang digunakan memungkinkan pengguna melakukan verifikasi tanpa harus membuka saldo individu.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com