- Pasar keuangan global melemah pada 8 September 2026 akibat tekanan sektor teknologi Wall Street serta bursa Asia.
- IHSG justru menguat 1,01 persen didukung aksi beli bersih investor asing senilai Rp379 miliar pada perdagangan sebelumnya.
- Analis memberikan ulasan teknikal serta fundamental untuk saham MBMA, LSIP, dan ERAA pada 9 September 2026.
Suara.com - Pasar keuangan global ditutup bervariasi cenderung melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Sektor teknologi di Wall Street tertekan aksi jual imbas kekhawatiran disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sementara mayoritas bursa kawasan Asia ikut terkoreksi merespons penguatan nilai tukar yen Jepang serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Di Wall Street, indeks S&P 500 terkoreksi 0,58 persen, Nasdaq melemah 0,32 persen, dan Dow Jones Industrial Average merosot 1,18 persen.
Tekanan melanda saham produsen perangkat lunak seperti ServiceNow yang turun 5 persen, serta Salesforce dan Intuit yang masing-masing merosot sekitar 4 persen.
Sebaliknya, saham sektor semikonduktor justru menguat berkat dorongan Intel yang melonjak 9 persen dan Qualcomm yang naik 3,2 persen pascakemitraan pengembangan chip AI khusus bersama Amazon.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 1,7 persen seiring penguatan yen ke level 153,75 per dolar AS, sementara indeks KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,58 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,38 persen.
Pelaku pasar global saat ini fokus mencermati rilis data inflasi konsumen dan produsen Amerika Serikat pekan ini jelang rapat kebijakan moneter The Fed pada pertengahan September.
Proyeksi IHSG dan Aliran Modal Asing
Di tengah tekanan bursa global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada perdagangan sebelumnya dengan menguat 1,01 persen.
Kenaikan IHSG tersebut diiringi aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing senilai kurang lebih Rp379 miliar, dengan akumulasi terbesar pada saham BBCA, BBRI, AMMN, TAPG, dan MDKA.
Secara analisis teknikal BNI Sekuritas, IHSG masih menyimpan potensi untuk melanjutkan pola penguatan apabila sanggup menembus (breakout) area resistance kunci. Namun, jika pergerakan indeks tertahan di level tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak sideways pada rentang area konsolidasi.
Level Support IHSG: 6.580 – 6.600
Level Resistance IHSG: 6.700 – 6.730
Sebagai pertimbangan navigasi pasar, beberapa ide perdagangan (trading ideas) harian yang patut dicermati antara lain saham MEDC, TPIA, CUAN, KOTA, BULL, dan ESSA.
Analisis Komprehensif dan Rekomendasi Saham pilihan
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas memberikan ulasan teknikal serta paparan fundamental untuk tiga saham pilihan pada perdagangan Rabu (9/9/2026):