Harga Minyak Tembus 100 Dolar per Barel! AS Siap Hancurkan Seluruh Kapal Tanker Iran

Kamis, 10 September 2026 | 08:09 WIB
Ilustrasi kapal tanker Pacific Topaz yang beraktivitas mengangkut minyak mentah [Unsplash/Haydn]
  • Amerika Serikat dan Iran terlibat aksi saling serang di Selat Hormuz pada pekan ini, menenggelamkan belasan kapal.
  • Konflik di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah Brent di atas 100 dolar AS per barel.
  • Distribusi minyak global merosot tajam dan menyebabkan satu pelaut tewas serta satu kru hilang di perairan.

Pemerintah AS kini secara resmi menerapkan kebijakan baru untuk menyerang balik kapal tanker Iran jika armada perangnya terancam, dan mengklaim telah menghantam sedikitnya 10 kapal dalam sepekan terakhir.

Pihak Iran membalas dengan menggempur dua kapal militer AS dan delapan kapal tanker minyak. Salah satu serangan mengenai kapal tanker produk minyak Hercules Star yang sedang berlabuh di lepas pantai Dubai, memicu satu korban jiwa dan satu kru hilang. Sementara itu, kapal tanker New Andros yang mengangkut 2 juta barel bahan bakar dilaporkan terbakar di perairan Irak usai diserang drone.

Badan Keamanan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan adanya beberapa kapal dagang yang lumpuh di kawasan utara Teluk dan Teluk Oman akibat tembakan proyektil. Di pelabuhan Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) dilaporkan mengalami kerusakan. Ledakan misterius turut terdengar dari arah laut di kawasan pelabuhan Jask, Iran selatan.

Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)

Pasokan Minyak Dunia di Selat Hormuz Makin Terjepit

Peningkatan eskalasi militer ini melumpuhkan kembali aktivitas distribusi minyak di Selat Hormuz yang sebelumnya menyalurkan seperlima pasokan minyak dunia.

Lembaga konsultan Rystad Energy mencatat arus lalu lintas minyak yang melintasi Selat Hormuz merosot tajam hingga tersisa 2 juta barel per hari, turun drastis dari posisi 8 hingga 9 juta barel per hari pada akhir Agustus.

Selain melesatnya harga minyak mentah, lonjakan harga juga melanda komoditas bahan bakar olahan. Rata-rata harga eceran bahan bakar diesel di Amerika Serikat merangkak naik hingga menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level 5,94 dolar AS per galon.

Disclaimer: Artikel ini menyajikan informasi terkait sektor saham, kripto, atau kondisi keuangan/bisnis terkait yang diolah dari sumber tepercaya. Seluruh isi tulisan bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi investasi serta keputusan bisnis hukum. Pembaca diimbau untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com