- BYD secara resmi memutuskan untuk tidak membangun pabrik perakitan mobil di Malaysia.
- Managing Director BYD Malaysia Jacob Ma menyatakan perusahaan beralih menggunakan mitra vendor lokal.
- Kegagalan rencana pembangunan pabrik di Tanjung Malim terjadi setelah sebelumnya meresmikan fasilitas di Indonesia.
Suara.com - BYD memastikan tidak akan membangun pabrik perakitan mobilnya di Malaysia. Keputusan ini diumumkan tak lama setelah pabriknya di Subang, Jawa Barat diresmikan pada awal September ini.
BYD Malaysia mengatakan alih-alih akan mencari mitra pabrik lokal untuk merakit mobilnya. Managing Director BYD Malaysia Jacob Ma mengatakan pihaknya sudah mengubah strategi di negeri jiran.
"Kami ingin memastikan BYD bisa bergerak bersama dengan ekosistem otomotif lokal. Kami sudah mulai berbicara dengan beberapa vendor lokal," kata Ma.
Ma juga mengatakan pihaknya belum berencana untuk mengimpor mobil dari Indonesia. Meski demikian ia tak menutup kemungkinan untuk mendatangkan mobil listrik buatan Indonesia jika memang ada permintaan terhadap model tertentu dari Malaysia.
Sebelumnya BYD berencana membangun pabrik perakitan mobil listrik Tanjung Malim, Perak. Tapi rencana itu menemui jalan buntu pada Maret lalu.
Di Asia Tenggara, BYD sudah memiliki dua pabrik perakitan mobil. Selain di Indonesia, BYD sebelumnya sudah memiliki fasilitas produksi di Thailand.