- Bahlil sebut antrean BBM Makassar akibat peralihan konsumsi ke BBM subsidi.
- Cadangan BBM nasional disebut aman, mencapai sekitar 20 hari.
- Lebih dari 80% SPBU Makassar mulai mengalami antrean yang lebih kondusif.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, terjadi karena stok BBM bersubsidi menipis.
Menurut Bahlil, antrean terjadi karena adanya pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Pergeseran itu terjadi seiring kenaikan harga BBM nonsubsidi yang membuat sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM subsidi.
"Masalahnya sekarang, adalah banyak orang awalnya tidak memakai subsidi, kemudian shifting ke subsidi, ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar," kata Bahlil dalam sambutannya pada Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Bahlil mengatakan dirinya telah mengecek kondisi stok BBM di wilayah tersebut. Ia menegaskan ketahanan stok BBM secara nasional masih aman dengan cadangan sekitar 20 hari.
"Aku sudah cek, apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak logik masa terjadi antre?" ujarnya.
Selain pergeseran konsumsi, Bahlil menyoroti dugaan praktik kecurangan dalam pembelian BBM bersubsidi. Ia menyebut terdapat kendaraan yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas sangat besar untuk menampung BBM subsidi dalam jumlah banyak.
"Ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk, bikin tangki besar sampai 700 liter, satu ton, isi minyak di situ. Dalam hati saya, ini bagaimana model begini?" katanya.
Di sisi lain, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar mulai berangsur melandai. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat lebih dari 35 dari total 45 SPBU atau sekitar 80% SPBU telah menunjukkan kondisi antrean yang lebih kondusif.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo mengatakan waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat.
Perbaikan kondisi tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari penambahan operator dan selang penyalur BBM subsidi di sejumlah SPBU, pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam, hingga pembangunan SPBU Modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).