Sosok Dirut Jakpro yang Viral Usai Video Seskab Teddy di Peresmian LRT

Kamis, 17 September 2026 | 12:47 WIB
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Iwan Takwin. (Suara.com/Adiyoga)
  • Seskab Teddy Indra Wijaya mengarahkan Dirut PT Jakpro Iwan Takwin dan pejabat lain pindah gerbong LRT saat peresmian oleh Presiden Prabowo pada Rabu, 16 September 2026.
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memuji kinerja Seskab Teddy yang menyukseskan peresmian rute baru angkutan massal tersebut di hadapan Presiden Prabowo.
  • Iwan Takwin memulai karier di PT Jakarta Propertindo sejak 2016 hingga akhirnya resmi diangkat menjadi Direktur Utama melalui mekanisme RUPS Sirkuler.

Suara.com - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mendadak menjadi pusat perbincangan publik. Sorotan ini bermula dari beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengarahkan sejumlah pejabat penting untuk meninggalkan gerbong utama kereta (Light Rail Transit) LRT yang ditumpangi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Momen tersebut terekam saat peresmian rute LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo pada Rabu, 16 September 2026.

Potongan video insiden tersebut pertama kali diunggah ulang oleh akun jejaring sosial Threads @zulhilmi.yahya dan langsung memicu berbagai reaksi dari warganet.

Dalam tayangan visual yang beredar luas, terlihat sejumlah petinggi sektor transportasi diminta berpindah dari gerbong utama (VVIP). Para pejabat tersebut di antaranya adalah Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara, serta Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin.

Video Viral Peresmian LRT rute Kelapa Gading-Manggarai oleh Presiden Prabowo Subianto [Ist]

Video tersebut turut menyoroti gestur dan ekspresi para tokoh. Pihak pengunggah mengklaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tampak terkejut dengan instruksi mendadak tersebut.

Di saat yang sama, Presiden Prabowo terlihat memperhatikan situasi setelah sebelumnya sempat bersalaman dengan jajaran direktur utama yang hadir di dalam gerbong. Di media sosial, narasi liar pun bergulir dengan tudingan bahwa Seskab Teddy 'mengusir' para pejabat tanpa alasan yang jelas. Meski demikian, belum ada penjelasan resmi dari pihak Istana terkait protokol perpindahan gerbong tersebut.

Video ini makin panas setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka memuji kinerja Seskab Teddy Indra Wijaya yang dinilai sangat krusial dalam menyukseskan persiapan acara peresmian rute baru angkutan massal tersebut.

Di hadapan Presiden Prabowo dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Pramono menyapa para tamu undangan sekaligus memberikan penghargaan khusus atas dedikasi mantan ajudan Prabowo tersebut.

"Terima kasih Pak Teddy, beliau membantu banyak acara ini Bapak," kata Pramono.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato sambutannya juga secara khusus menyapa dan memberikan penghormatan kepada sejumlah pejabat infrastruktur yang hadir, secara spesifik menyebut nama Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin serta Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara.

Rekam Jejak Iwan Takwin di Jakpro

Terseretnya nama Iwan Takwin dalam pusaran video viral tersebut membuat publik penasaran dengan sosok yang memimpin BUMD raksasa milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu. Pria asal Makassar ini bukanlah sosok baru di lingkungan infrastruktur ibu kota, melainkan memiliki rekam jejak panjang dalam menangani proyek-proyek berskala masif.

Iwan menghabiskan masa remajanya di kampung halaman. Ia merupakan alumni SMP Negeri 3 Makassar dan menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 2 (SMADA) Makassar angkatan 1993. Selama bersekolah di SMADA, ia memiliki lingkaran pertemanan yang kini menjadi tokoh publik, mulai dari anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andi Waras, Ketua DPD Golkar Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Migrasi Pare-pare Noer Putra, hingga vokalis grup band Padi, Andi Fadly. Di luar dunia infrastruktur, ia rupanya pernah merambah industri kreatif dengan menjadi produser untuk Band Mahayana.

Setelah lulus dari SMADA, Iwan merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Karier profesionalnya dimulai dari bekerja di sejumlah koperasi sebelum akhirnya berlabuh di PT Jakarta Propertindo pada tahun 2016.

Kariernya di Jakpro melesat cepat dengan menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya:

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com