Prabowo Bicara Aktor di Balik Massa Anarkis: Ada yang Dibayar hingga Dijanjikan Rp 200 Ribu

Kamis, 17 September 2026 | 11:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh)
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah menerima laporan terkait massa bayaran anarkis yang sengaja dikerahkan dalam unjuk rasa di Jakarta.
  • Prabowo menduga para koruptor dan mafia narkoba tidak menyukai upaya pemberantasan yang sedang dilakukan karena merugikan kepentingan mereka.
  • Pemerintah menegaskan akan menggunakan wewenang konstitusional untuk menegakkan hukum serta menindak tegas pihak-pihak yang membahayakan negara.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto telah mengantongi laporan ihwal siapa saja pihak di balik massa anarkis yang hadir tiap kali unjuk rasa damai dilakukan. Massa anarkis diketahui kerap muncul pada malam hari di lokasi aksi di Jakarta.

Prabowo menyinggung para koruptor yang tidak suka, saat kepala negara menanggapi pertanyaan mengenai siapa sebenarnya aktor intelektual di balik pengerahan massa anarkis, dalam program “Prabowo Menjawab” bersama petinggi media dan jurnalis senior di Hambalang, Bogor, beberapa waktu lalu.

“Iya. Jadi saya sudah menyampaikan Indonesia ini selamat kalau kita bisa berantas korupsi. Ya jelas koruptor-koruptor enggak suka,” kata Prabowo.

Meski tidak secara eksplisit menjawab ada koruptor di balik pengerahan massa anarkis untuk merusak situasi, Prabowo menduga kemungkinan ke arah sana tetap ada.

“Ya kira-kira. Ya kira-kira. Ya, itu satu. Kedua, saya juga katakan selama ini ya 30 tahun lebih kekayaan kita di menurut saya diselewengkan oleh praktik under-invoicing ya,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menyoroti praktik under-invoicing, dalam kata lain adalah laporan palsu mengenai ekspor. Prabowo mengatakan selama 34 tahun, Indonesia kehilangan sekitar Rp15.000 triliun akibat praktik tersebut.

“Nah ini saya mau tanya, ke mana pakar-pakar itu selama 34 tahun? Ini, ini, yang, yang. Jadi kalau Anda tanya siapa, ya kita sudah tahu, tapi kan kita negara hukum. Jadi kita bilang kita harus ada bukti yang jelas,” kata Prabowo.

Kendati demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam, bila ternyata terdeteksi ada ancaman yang membahayakan negara.

“Tapi pada saatnya seandainya saya menilai bahwa ini sudah membahayakan negara, saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 untuk menyelamatkan negara, untuk menegakkan hukum, menjaga perdamaian,” kata Prabowo.

Berdasarkan laporan yang diterima, Prabowo mengungkapkan massa bayaran yang sengaja dikerahkan pihak tertentu untuk menjadi perusuh.

“Persis anak-anak itu kalau kita kumpulkan, ngaku. Dibayar Rp100.000, dijanjikan Rp200.000, disuruh ini disuruh itu, ada yang dikasih obat, dan sebagainya,” kata Prabowo.

Mengenai siapa kemudian aktor intelektual dan mengapa yang ditangkap baru pelaku lapangan, Prabowo menegaskan pemerintah sedang mengarah kepada hal tersebut.

“Ya kita sudah ke arah gitu, ya. Dan kita sudah ke arah situ,” kata Prabowo.

Sementara itu saat disinggung salah satu aktor intelektual adalah lawan politik, Prabowo tidak secara lugas menjawab. Prabowo justru menyinggung mafia obat-obatan terlarang.

“Ya kan saya katakan kalau kita mau tertib, yang nikmati ketidaktertiban siapa? Iya kan? Kalau kita mau berantas narkoba, emangnya orang mafia narkoba akan diam?” kata Prabowo.

"Orang begini ya, saya mau cerita. kita dalam dalam rangka rekruting ya, rekruting organisasi gitu, kita undang berapa ratus sarjana insinyur ya untuk daftar mereka datang. Tapi kita sudah sampaikan, dalam rangka rekrut ini kita akan periksa darah untuk narkoba dan sebagainya. Setengahnya enggak datang lagi. This is reality. bahaya narkoba ini sangat bahaya sudah masuk ke elite,” tutur Prabowo.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com