- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat pada level 6.512 pada Jumat, 18 September 2026.
- The Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 hingga 4,00 persen.
- BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham pilihan seperti ANTM, ITMG, dan UVCR untuk investor.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada awal perdagangan, Jumat, 18 September 2026. IHSG dibuka menguat ke ke level 6.512.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih di zona hijau ke level 6.502 atau naik 0,62 persen. .
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 1,90 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp990,54 miliar serta frekuensi sebesar 130.440 kali.
Di waktu itu, terdapat 265 saham menghijau, sedangkan, 206 saham merosot. Sisanya, 492 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- BYAN
- MYOH
- TEBE
- POLA
- DPUM
Top Loser
- FORU
- AGAR
- DOOH
- PNSE
- FMII
Proyeksi IHSG
IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat, setelah indeks berhasil ditutup menguat pada sesi sebelumnya. Namun, pelaku pasar masih perlu mencermati tekanan dari kebijakan The Federal Reserve yang dinilai masih hawkish.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, rebound IHSG masih berlangsung di tengah tekanan eksternal setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen.
Pasar kini akan mencermati dampak kebijakan tersebut terhadap pergerakan rupiah, imbal hasil (yield) obligasi, hingga aliran dana asing (foreign flow).
The Fed juga memberikan sinyal bahwa kebijakan suku bunga masih berpotensi ketat. Sebanyak 16 dari 18 pejabat bank sentral AS memproyeksikan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026.
Dengan proyeksi tersebut, target suku bunga pada akhir 2026 mengarah ke kisaran 4,00–4,25 persen.
Dari dalam negeri, investor juga akan mencermati arah kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Selain itu, pergerakan harga minyak dan keputusan Bank of Japan (BoJ) menjadi katalis yang berpotensi memengaruhi pasar.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami breakdown dari pola rising wedge.