Foto udara empat ekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) mencari makan di dekat lokasi kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]
Dua ekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) mencari makan di dekat lokasi kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]
Foto udara asap mengepul dari kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]
Foto udara asap mengepul dari kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]
Personel Manggala Agni melakukan pendinginan kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]
Suara.com - Foto udara empat ekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) mencari makan di dekat lokasi kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026).
Kebakaran yang melanda kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan telah membakar sekitar 2.300 hektare hingga 6 September 2026. Pemadaman diperkuat karena kawasan tersebut menjadi habitat gajah sumatra dan satwa liar lainnya.
Sebanyak 29 gajah binaan di Pusat Konservasi Gajah dipastikan dalam kondisi aman. Pemerintah mengerahkan personel darat dan helikopter water bombing untuk mencegah api mendekati kawasan konservasi serta mengancam habitat gajah.
Penanganan karhutla melibatkan Manggala Agni, BKSDA Sumsel, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, serta personel bantuan dari sejumlah daerah. Operasi pemadaman juga didukung upaya modifikasi cuaca untuk membantu mengendalikan titik api. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]