Bukan Cuma Tekan Emisi, Pasar Karbon Bisa Jadi Mesin Cuan Baru Perusahaan

Senin, 21 September 2026 | 16:25 WIB
Ilustrasi Emisi Karbon ( freepik/freepik)
BACA 10 DETIK
  • Peneliti Bonn Choi menyatakan perdagangan karbon membuka sumber pendapatan baru perusahaan.
  • Pemerintah memperluas ekonomi sirkular dan ekonomi biru pada 2026 guna memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan iklim.
  • Pemerintah menyampaikan pencanangan Kampung Nelayan Merah Putih 2026 sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir Indonesia.

Di sektor logistik maritim, pengembangan pelabuhan hijau dan cerdas (green and smart port) digalakkan dengan memadukan digitalisasi, tata kelola modern, budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), serta prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).

Pengembangan ekonomi biru (blue economy) juga menjadi salah satu pilar penguatan ketahanan pangan sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.

Hal tersebut dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan pangan berprotein, penciptaan lapangan kerja, serta pembukaan peluang investasi.

"Pada 2026, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dicanangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir yang mengintegrasikan rantai nilai dari hulu ke hilir, mulai dari produksi penangkapan, pengolahan, fasilitas pendingin dan penyimpanan, hingga jaringan distribusi pasar," kata Ridky.

Ia menegaskan, penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan penyelarasan kebijakan. Dengan demikian, rantai pasok dan logistik komoditas pangan dapat berjalan efektif serta menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Melalui kolaborasi dan penyelarasan arah kebijakan pangan lintas sektor, kita dapat memastikan kelancaran sekaligus memperkuat rantai pasok dan logistik komoditas pangan agar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia," pungkas Ridky.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com