- IHSG era Purbaya naik 3,03 persen dalam 8 hari bursa awal.
- IHSG era Suahasil turun 2,43 persen dalam periode yang sama.
- Sentimen global membayangi IHSG pada awal era Suahasil.
Suara.com - Respons pasar saham terhadap pergantian Menteri Keuangan menunjukkan perbedaan mencolok antara era Purbaya Yudhi Sadewa pada September 2025 dan Suahasil Nazara pada September 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun Suara.com pada Rabu (23/9/2026) dalam delapan hari bursa awal setelah pelantikan, IHSG pada era Purbaya mencatat akumulasi kenaikan sekitar 3,03 persen. Sementara pada periode yang sama setelah Suahasil Nazara dilantik, IHSG justru mengalami penurunan sekitar 2,43 persen hingga berada di level 6.277.
Purbaya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025. Pada hari pertama, IHSG memang langsung terkoreksi 1,28 persen ke sekitar level 7.766 akibat aksi profit taking dan kejutan reshuffle kabinet.
Namun, tekanan tersebut hanya berlangsung singkat. Pada hari bursa berikutnya IHSG mulai menguat 0,35 persen, kemudian melonjak 1,12 persen pada hari ketiga. Penguatan berlanjut 0,80 persen pada hari keempat dan kembali bergerak positif dalam beberapa sesi berikutnya.
Dalam delapan hari bursa, hanya terdapat satu sesi dengan kinerja negatif yang tercatat dalam data tersebut, yakni koreksi 0,25 persen pada hari kelima. Setelah itu, IHSG kembali menguat hingga 0,95 persen pada hari kedelapan.
Berbeda dengan pola tersebut, IHSG pada awal masa jabatan Suahasil justru menghadapi tekanan yang lebih panjang.
Suahasil dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. IHSG sempat menguat tipis 0,10 persen pada hari pertama dan dilanjutkan kenaikan 0,52 persen pada hari kedua. Namun, indeks kemudian bergerak fluktuatif dengan sejumlah tekanan.
Pada hari ketiga IHSG terkoreksi 0,21 persen, disusul penurunan 0,45 persen pada hari keempat. IHSG sempat kembali naik 0,68 persen pada hari kelima, tetapi kemudian terkoreksi 0,38 persen, 0,90 persen, dan akhirnya jatuh 1,69 persen pada hari kedelapan hingga sekitar level 6.277.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa respons awal pasar tidak hanya ditentukan oleh sosok Menteri Keuangan, tetapi juga oleh kondisi eksternal ketika pergantian terjadi.
Pada awal masa Purbaya, pasar disebut mendapat dorongan dari ekspektasi kebijakan yang lebih ekspansif dan prospek pertumbuhan ekonomi. Sementara pada awal masa Suahasil, pergerakan IHSG lebih banyak dibayangi sentimen global, termasuk ekspektasi suku bunga The Federal Reserve, aksi profit taking di sektor perbankan, koreksi saham energi dan komoditas, serta tekanan pasar global.
Dari sisi karakter sentimen, pasar pada awal pemerintahan Purbaya menunjukkan perubahan yang relatif cepat dari aksi jual menjadi pembelian. Sebaliknya, pada periode awal Suahasil, sentimen positif akibat faktor kontinuitas fiskal belum cukup untuk menghindarkan IHSG dari tekanan eksternal.
Perbandingan delapan hari bursa tersebut memperlihatkan bahwa pasar memberikan respons yang berbeda terhadap dua pergantian Menteri Keuangan, dengan IHSG pada awal era Purbaya mencatat akumulasi penguatan, sedangkan pada awal era Suahasil berada dalam tekanan.