Suara.com - Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 resmi dibuka dengan membawa agenda penguatan sinergi dan inovasi untuk mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional.
Mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”, FEKDI x IFSE 2026 menjadi ruang kolaborasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kementerian dan lembaga, asosiasi, serta industri untuk memperkuat ekosistem ekonomi keuangan digital.
Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan penguatan ekonomi domestik menjadi semakin penting di tengah dinamika dan tekanan ekonomi global. Dalam kondisi ini, digitalisasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan sekaligus memperluas inklusi ekonomi.
“Di tengah dinamika dan tekanan ekonomi global yang masih tinggi, kita perlu memperkuat perekonomian domestik. Digitalisasi menjadi alat utama untuk mengakselerasi pertumbuhan dan inklusivitas ekonomi nasional,” kata Destry dalam pembukaan FEKDI x IFSE 2026. ***
Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital
Melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, BI terus memperkuat infrastruktur dan ekosistem pembayaran digital nasional.
Salah satu fokusnya adalah memperluas layanan digital dan akseptasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sekaligus mengakselerasi penerbitan dan aktivasi Kartu Kredit Indonesia (KKI).
Jumlah pengguna QRIS hingga 2026 ditargetkan mencapai 69,32 juta atau tumbuh 22,26 persen secara tahunan. Sementara jumlah merchant QRIS ditargetkan mencapai 47,11 juta atau tumbuh 13,83 persen secara tahunan.
“Selain itu, kami terus mengakselerasi penerbitan dan aktivasi Kartu Kredit Indonesia (KKI),” kata Destry.
Transaksi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) telah mencapai 2,69 miliar transaksi atau tumbuh 67,16 persen secara tahunan. Adapun transaksi BI-FAST mencapai 549 juta transaksi atau meningkat 77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, transaksi ekonomi keuangan digital (EKD) pada Agustus 2026 tumbuh 40,36 persen secara tahunan menjadi 6,11 miliar transaksi.
BI juga terus memperluas konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS. Pada pembukaan FEKDI x IFSE 2026, BI menandai kerja sama interkoneksi pembayaran dengan Hong Kong dan Timor-Leste.
Penguatan talenta digital juga menjadi bagian dari agenda FEKDI x IFSE 2026. Lebih dari 300 talenta muda mengikuti program pengembangan kapasitas digital untuk mendukung kebutuhan talenta di sektor ekonomi dan keuangan digital.
Di tingkat daerah, sebanyak 516 dari 546 pemerintah daerah atau sekitar 99 persen telah masuk dalam kategori digital.
Hadirkan Sejumlah Program Baru
FEKDI x IFSE 2026 menghadirkan sejumlah program yang mempertemukan inovasi, talenta, industri, dan masyarakat.
Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) menjadi salah satu bagian yang diperkuat melalui PIDI Hall of Fame, PIDI Digital Talent Expo, serta Mini Stage PIDI & Industri.