- Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pencetakan uang rupiah merupakan kegiatan rutin tahunan yang terencana.
- Pencetakan uang kartal tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah yang belum terjangkau layanan digital.
- Bank Indonesia membahas target jumlah uang beredar bersama pemerintah setiap akhir tahun guna menentukan besaran penerbitan.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) bakal terus melakukan pencetakan uang setiap tahun. Hal itu merupakam kegiatan rutin yang menjadi bagian dari tugas bank sentral.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menjelaskan, penerbitan uang rupiah juga dilakukan melalui tahapan yang telah direncanakan dan tidak serta-merta dilakukan dalam satu waktu.
“Cetak uang itu kan hal yang normal. Setiap tahun kita cetak uang,” kata Destry.
Ia juga menyampaikan bahwa BI baru-baru ini masih akan menerbitkan seri uang dengan tanda tangan Menteri Keuangan dan Gubernur BI sebelumnya. Menurut dia, penerbitan seri baru tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin pengelolaan uang rupiah.
"Kalau nggak salah hari ini terbit yang seri baru tanda tangan dari Pak Menteri Keuangan yang lama dan Bapak Gubernur juga yang sebelumnya. Jadi hari ini keluar, hari ini atau beberapa hari yang lalu tapi itu sudah ada, ada yang minta? Kolektor? Ya jadi itu hal yang biasa," katanya.
Destry mengatakan, pencetakan uang tidak dilakukan secara langsung pada awal atau akhir tahun. Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui dengan mempertimbangkan kebutuhan uang kartal di masyarakat.
“Harus selalu tiap tahun itu ada masanya. Jadi nyetak itu nggak langsung jebret gitu. Di awal tahun atau di akhir tahun nggak. Tapi ada tahapan-tahapannya,” tutur Destry.
Menurutnya, kebutuhan uang kartal masih diperlukan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan dan infrastruktur digital.
“Karena biar gimana kan kebutuhan uang kartal itu masih ada. Khususnya untuk teman-teman kita yang masih ada di daerah, di luar jangkauan yang sinyalnya juga biarpet gitu ya,” katanya.
Lebih lanjut, Destry menjelaskan bahwa rencana pencetakan dan pengeluaran uang kartal dibahas BI bersama pemerintah. Pembahasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan target jumlah uang beredar dalam suatu periode.
“Sepanjang di awal itu kita selalu berbicarakan dengan pemerintah. Kira-kira berapa target dari uang beredar yang nanti akan di dalam satu periode,” ujar Destry.
Ia mencontohkan, pembahasan biasanya dilakukan menjelang akhir tahun dengan mempertemukan target BI terkait jumlah uang beredar dan rencana pemerintah dalam penerbitan surat utang.
“Misalnya biasanya pertemuan itu akan di akhir tahun. Akhir tahun, oke BI punya target money supply seperti ini. Pemerintah punya target issue bond seperti apa. Nah itu kemudian kita diskusikan,” katanya.
Dalam pembahasan tersebut, kata Destry, termasuk ditentukan rencana BI dalam menyediakan uang kartal, baik uang kertas maupun uang logam.
“Termasuk di situ adalah berapa banyak BI berencana untuk mengeluarkan uang kartal. Atau mencetak uang kertas dan uang logam gitu,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa pencetakan uang merupakan kegiatan rutin BI yang dilakukan berdasarkan kebutuhan dan melalui proses perencanaan bersama pemerintah.
“Jadi itu bukan hal yang luar biasa, tapi itu hal yang rutin biasa,” tegasnya.