OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB
Ilustrasi kripto [Unsplash/Maria]
BACA 10 DETIK
  • OKX catat cadangan aset utama US$27,4 miliar.
  • Rasio cadangan 8 aset utama mencapai 100% atau lebih.
  • Sistem keamanan klaim lindungi 690 ribu pengguna.

Suara.com - Bursa kripto OKX kembali membuka data cadangannya ke publik. Dalam laporan Proof of Reserves (PoR) ke-47, OKX mencatat aset utama senilai US$27,4 miliar atau sekitar Rp470 triliun.

Laporan yang diverifikasi per 8 September 2026 pukul 00.00 UTC+8 itu menunjukkan rasio cadangan delapan aset utama, yakni Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), USD Coin (USDC), XRP, Dogecoin (DOGE), Solana (SOL), dan OKB, berada di level 100% atau lebih.

Laporan tersebut menjadi bagian dari publikasi PoR yang dilakukan OKX setiap bulan selama 47 bulan berturut-turut. Mekanisme ini memungkinkan pengguna memeriksa apakah aset pelanggan memiliki dukungan cadangan yang tersedia.

"Kepercayaan tidak cukup dibangun melalui janji. Kepercayaan perlu didukung oleh transparansi yang dapat diverifikasi dan perlindungan yang terus berkembang," kata Growth Manager OKX Wallet Ferry.

Tak hanya mengandalkan publikasi cadangan, OKX juga mengembangkan sistem perlindungan bernama OKX Protect. Sistem ini menggabungkan teknologi artificial intelligence (AI), machine learning, pengawasan manusia selama 24 jam, serta evaluasi keamanan dari pihak independen.

Beberapa teknologi yang digunakan antara lain Eagle-Eye untuk mendeteksi deepfake dan membantu verifikasi identitas, TARDIS untuk menganalisis perilaku pengguna serta pola transaksi, dan SkyNet untuk membaca data blockchain guna mendeteksi alamat maupun aktivitas on-chain yang berisiko.

OKX menyebut sistem tersebut juga diperkuat oleh tim pertahanan siber dan dukungan 24/7. Produk serta sistem keamanan perusahaan turut dievaluasi oleh sejumlah perusahaan keamanan dan spesialis on-chain, termasuk Hacken, CertiK, dan SlowMist.

Berdasarkan data internal OKX sepanjang Januari-Agustus 2026, sistem perlindungan tersebut disebut telah membantu melindungi 690.099 pengguna dengan aset senilai US$1,36 miliar.

Pada periode yang sama, mekanisme perlindungan terhadap penipuan menjangkau 55.570 pengguna dan membantu mencegah potensi kerugian yang diklaim mencapai US$36,5 juta.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com