Arus Peti Kemas IPC TPK Tumbuh 8,37%, Tembus 2,5 Juta TEUs

Senin, 28 September 2026 | 16:28 WIB
Suasana bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (12/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • IPC TPK catat 2,51 juta TEUs hingga Agustus 2026.
  • Arus peti kemas Agustus tumbuh 10,3% secara tahunan.
  • Teluk Bayur jadi terminal dengan pertumbuhan tertinggi 14,6%.

Suara.com - Aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal yang dikelola PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus meningkat sepanjang 2026. Hingga Agustus, arus peti kemas perseroan telah menembus 2,5 juta TEUs.

IPC TPK mencatat volume bongkar muat sebanyak 2.510.561 TEUs sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 8,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.316.744 TEUs.

Kenaikan juga terlihat pada kinerja bulanan. Pada Agustus 2026, arus peti kemas mencapai 339.359 TEUs, naik 10,3% dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat 307.559 TEUs.

Pertumbuhan tersebut terjadi di sejumlah terminal yang menjadi bagian dari jaringan operasi IPC TPK. Terminal Teluk Bayur mencatat kenaikan volume tertinggi sebesar 14,6% hingga Agustus 2026.

Terminal Tanjung Priok yang menjadi salah satu hub utama mencatat pertumbuhan 13,2%. Selanjutnya, Terminal Panjang tumbuh 10,9%, sedangkan Terminal Pontianak mencatat kenaikan 4,2%.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan pertumbuhan volume tersebut didukung optimalisasi fasilitas terminal dan peningkatan efisiensi operasional.

"Kami terus berfokus pada optimalisasi fasilitas terminal demi memberikan pelayanan terbaik, efisien, dan tepat waktu bagi seluruh mitra bisnis dan lini pelayaran," ujar Daniel.

Menurutnya, peningkatan kompetensi sumber daya manusia operasional serta penerapan standar keselamatan kerja turut menopang keberlangsungan aktivitas bongkar muat.

Selain itu, efisiensi waktu sandar kapal dan waktu bongkar muat menjadi salah satu faktor yang dijaga perusahaan untuk mempertahankan kelancaran operasional terminal.

Memasuki kuartal IV 2026, IPC TPK menyatakan akan memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan di sektor logistik dan kepelabuhanan.

"Kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini hingga akhir tahun melalui peningkatan efisiensi operasional dan inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa," kata Daniel.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com