VICI Borong Saham Asing, Bidik Target Ini

Senin, 28 September 2026 | 16:39 WIB
Ilustrasi. PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperluas cakupan bisnisnya di industri kosmetik dan personal care. Foto ist.
BACA 10 DETIK
  • Sukses Sejahtera beli 25% saham asing, kepemilikan VICI naik 84,95%.
  • VICI akan gabung dengan Secret Garden untuk kuasai segmen lebih luas.
  • VICI bidik pasar global, dengan bahan aktif lokal jadi pembeda.

NPM juga mengembangkan Secret Garden Village sebagai destinasi wisata edukasi. Di tempat tersebut, wisatawan dapat mempelajari pembuatan kosmetik sekaligus mengenal bahan aktif lokal.

Perusahaan juga telah meluncurkan Secret Garden Spring, inovasi yang ditujukan untuk wisatawan, meski pengembangannya belum sepenuhnya rampung.

Billy melihat arus wisatawan asing ke Bali menjadi peluang tersendiri bagi merek tersebut. Pelemahan rupiah membuat harga produk Indonesia relatif lebih murah bagi wisatawan asing ketika dikonversikan ke mata uang mereka.

Wisatawan asal China dan Korea disebut membeli produk dalam jumlah besar, sementara kunjungan wisatawan India ke Bali juga mulai menguat.

Untuk pasar domestik, Secret Garden memilih strategi berbeda dengan hanya masuk ke pusat perbelanjaan segmen menengah atas.

Harga Naik 8%, Penjualan Online 26%

Di tengah ekspansi portofolio tersebut, VICI juga melakukan penyesuaian harga. Sepanjang 2026, perseroan telah menaikkan harga jual sekitar 8% dalam dua tahap, yakni pada awal tahun dan Mei.

Billy mengatakan perseroan tetap memperhatikan harga kompetitor, khususnya untuk produk di segmen mass.

Di sisi kanal penjualan, kontribusi online VICI telah mencapai sekitar 26%.

Menurut Billy, perkembangan industri kosmetik dalam beberapa tahun terakhir juga ditopang oleh munculnya banyak brand lokal berbasis pemasaran digital. Namun, sebagian pelaku usaha tersebut belum memiliki infrastruktur produksi sendiri dan masih mengandalkan jasa maklon.

Kondisi tersebut dinilai menjadi celah yang dapat diisi VICI melalui jaringan distribusi offline dan online serta fasilitas manufaktur yang dimilikinya.

Billy berharap VICI tidak hanya membangun merek sendiri, tetapi juga dapat membantu brand lokal naik kelas dengan berbagi pengalaman dan infrastruktur.

Setelah memperkuat portofolio di dalam negeri, target berikutnya adalah membawa merek-merek VICI ke pasar internasional.

Billy melihat bahan aktif lokal Indonesia, termasuk yang berasal dari Bali, dapat menjadi pembeda ketika produk kosmetik nasional masuk ke pasar global.

Ia juga menyoroti persoalan industri hulu. Menurutnya, Indonesia masih memiliki keterbatasan teknologi untuk mengekstraksi sejumlah bahan seperti minyak atsiri. Akibatnya, bahan mentah Indonesia dapat diekspor untuk diproses di luar negeri dan kemudian kembali masuk ke Indonesia dalam bentuk oil.

Kadar oil juga menjadi salah satu faktor pembeda produk parfum. Produk mass market umumnya menggunakan kadar sekitar 4%-5%, sedangkan produk premium dapat memiliki kadar hingga 40%.

Billy menilai penguatan industri hulu, dukungan pemerintah, serta kemampuan membangun merek menjadi faktor penting agar industri kosmetik Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk asing.

Ia mencontohkan dukungan pemerintah Thailand yang menurutnya lebih agresif dalam membantu brand lokal tampil di pameran internasional.

Reporter: Fika Nur Rizki

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com