- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah di level 6.118 pada perdagangan Selasa, 29 September 2026.
- Data Stockbit menunjukkan IHSG merosot hingga 1,05 persen ke posisi 6.083 sampai pukul 09.07 WIB.
- CGS International Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah akibat sentimen negatif eksternal dan domestik.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih merosot di awal perdagangan, Selasa, 29 September 2026. IHSG dibuka di zona merah ke level 6.118.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.07 WIB, IHSG masih ambruk ke level 6.083 atau turun 1,05 persen.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 5,40 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,59 triliun serta frekuensi sebesar 187.870 kali.
Di waktu itu, terdapat 128 saham menghijau, sedangkan, 496 saham merosot. Sisanya, 3339 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- IFSH
- BSWD
- SOSS
- DEFI
- SDMU
Top Loser
- SHID
- MBTO
- SAFE
- KKES
- DFAM
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak bervariasi cenderung melemah pada perdagangan hari ini. CGS International Sekuritas Indonesia melihat sejumlah sentimen berpotensi menekan pergerakan indeks, mulai dari pelemahan bursa Wall Street, berlanjutnya tekanan terhadap Rupiah, aksi jual investor asing, hingga pemberlakuan batas bawah harga saham menjadi Rp1.
"Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.090/6.030 dan resist 6.205/6.260," demikian riset tersebut.
Pelemahan indeks di bursa Wall Street menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar saham domestik.
Selain itu, pelemahan Rupiah dan aksi jual investor asing juga diperkirakan menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
Sentimen lainnya berasal dari pemberlakuan batas bawah harga saham menjadi Rp1. Perubahan tersebut dinilai turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan sejumlah saham di pasar.
Meski demikian, masih terdapat sentimen positif yang berpotensi menopang IHSG. Salah satunya berasal dari kenaikan harga komoditas energi.
Kenaikan harga komoditas energi berpeluang memberikan sentimen positif bagi sejumlah saham berbasis energi sekaligus menjadi penahan tekanan terhadap indeks.
Di tengah proyeksi IHSG yang cenderung melemah, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi Buy untuk enam saham yang diantarannya:
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)