- PT INALUM memproduksi aluminium beremisi karbon rendah menggunakan energi listrik berbasis tenaga air di Indonesia.
- Arif Haendra menyatakan sertifikasi Low Carbon Aluminium bertujuan memperkuat daya saing dan akses pasar internasional pada 29 September 2026.
- Perusahaan memperluas jaringan pasar global melalui kerja sama strategis dengan mitra internasional seperti Mitsubishi RtM Jepang.
Suara.com - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM jadi satu-satunya produsen aluminium primer Indonesia dengan emisi karbon rendah yang proses peleburannya ditopang oleh energi listrik berbasis tenaga air.
Hasilnya, dengan mekanisme itu, produk alumunium yang dihasilkan juga memiliki emisi rendah karbon dan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium).
Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial INALUM, Arif Haendra, mengatakan sertifikasi Green Aluminium merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat nilai tambah sekaligus membuka peluang dan akses pasar yang lebih luas bagi produk aluminium INALUM.
"INALUM memiliki keunggulan karena proses produksi aluminium kami ditopang oleh energi berbasis tenaga air (renewable energy). Keunggulan ini ingin kami terjemahkan menjadi posisi tawar yang lebih kuat, sehingga produk aluminium Indonesia semakin kompetitif dan memiliki akses yang lebih luas di pasar internasional," ujar Arif di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Adapun, INALUM selama ini memanfaatkan energi listrik berbasis tenaga air dalam proses peleburannya. Karakteristik tersebut menjadi fondasi perusahaan untuk mengembangkan produk aluminium dengan jejak karbon lebih rendah dibandingkan produksi yang bergantung pada sumber listrik berbasis energi fosil.
Kondisi ini membuat energi bersih tidak hanya menjadi bagian dari proses produksi, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah ketika produk aluminium Indonesia masuk ke pasar internasional.
Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok INALUM, Jevi Amri, mengatakan sertifikasi tersebut juga berkaitan dengan upaya perusahaan membaca perubahan kebutuhan pelanggan.
"Bagi kami, Low Carbon Alumunium bukan hanya tentang proses produksi yang lebih rendah emisi, tetapi juga bagaimana keunggulan tersebut dapat menjawab kebutuhan pelanggan dan menciptakan peluang pasar baru. INALUM ingin memastikan bahwa kekuatan energi bersih yang kita miliki dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi aluminium Indonesia dalam rantai pasok global," tutur Jevi.
Langkah INALUM memperkuat produk rendah karbon juga dilakukan melalui pengembangan jejaring internasional.
Perusahaan memperkuat kerja sama dengan sejumlah mitra internasional, antara lain Mitsubishi RtM Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) Singapore-Concord Inggris. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan membuka peluang pengembangan pasar aluminium INALUM.
Dengan strategi tersebut, INALUM berupaya membawa produk aluminium Indonesia masuk ke rantai pasok global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.