- Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa menyatakan 1.081 Kopdes telah beroperasi sejak 30 Mei 2026 di Jakarta.
- Operasional 1.081 koperasi tersebut berhasil mencatatkan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp31 miliar hingga 29 September 2026.
- Kopdes akan beroperasi setiap hari dengan sistem pembagian shift kerja yang diatur langsung oleh masing-masing pengurus koperasi.
Suara.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa mengungkapkan sebanyak 1.081 Kopdes telah beroperasi. Dia menyebut aktivitas koperasi tersebut sudah berjalan sejak 30 Mei 2026.
"Enggak ini sudah berjalan dari mulai 30 Mei ya. Kemarin yang peresmian oleh presiden," ujar Joao di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Joao memaparkan, Dari operasional tersebut, nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp31 miliar.
Jika dihitung berdasarkan periode operasional sejak 30 Mei hingga 29 September 2026, nilai transaksi tersebut setara dengan rata-rata sekitar Rp233 ribu per Kopdes per hari.
Ketika ditanya transaksi tersebut berasal dari berapa Kopdes, Joao menyebut jumlahnya mencapai 1.081 koperasi.
Joao menegaskan, Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari. Sistem kerja nantinya dapat menggunakan pembagian shift yang diatur oleh pengurus koperasi.
"Iya dong. Nanti kan dia kan fungsinya itu kan tempat berkumpulnya orang-orang untuk melayani kepentingan masyarakat di situ," tuturnya.
Joao mengatakan Kopdes tidak akan beroperasi selama 24 jam. Pengaturan shift diserahkan kepada pengurus masing-masing koperasi.
"Ada shift, ada shift-nya, nanti kan tinggal bagaimana pengurus koperasi desa itu mengatur shift-nya kan. Kan mereka yang punya. Kita kan cuman hanya menyiapkan sistem," jelasnya.
Pemerintah sebelumnya menargetkan penempatan manajer Kopdes selesai pada 1 Oktober 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan lebih dari 30.000 manajer telah mengikuti pelatihan.
Kopdes nantinya diarahkan untuk menjalankan sejumlah fungsi, mulai dari penyaluran pupuk, beras SPHP, bantuan pangan, LPG 3 kilogram, hingga sejumlah layanan seperti BRILink, Mekaar, dan pembayaran listrik.