BPS Akui MBG Bikin Harga Daging Ayam Makin Mahal

Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:43 WIB
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). [Antara]
BACA 10 DETIK
  • BPS melaporkan harga daging ayam ras naik pada September 2026 akibat program MBG dan pakan ternak.
  • Kenaikan harga daging ayam ras tersebut mendorong inflasi bulanan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,88 persen.
  • Komponen harga bergejolak menjadi pendorong utama inflasi umum September 2026 dengan andil sebesar 0,24 persen.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan kalau harga komoditas daging ayam ras makin mahal per September 2026 karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kenaikan harga pakan ternak.

"Terjadi peningkatan daging ayam ras pada kondisi September tahun 2026, antara lain didorong oleh kebutuhan program MBG di beberapa daerah serta juga adanya kenaikan harga pakan ternak," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers yang disiarkan virtual, Kamis (1/10/2026).

Ateng memaparkan, komoditas daging ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month to month/mtm). Kenaikan ini turut menempatkan daging ayam ras sebagai salah satu komoditas utama pendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang secara keseluruhan mengalami inflasi sebesar 0,88% dengan andil 0,26%.

Tak hanya dampak jangka pendek secara bulanan, tekanan harga daging ayam ras juga tercatat signifikan dalam jangka panjang. Secara tahunan (year-on-year), komoditas ini menjadi salah satu pemicu utama inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) yang tumbuh sebesar 5,03% dengan andil 0,83%.

Inflasi September 2026

Berdasarkan komponennya, inflasi bulanan September 2026 paling dominan didorong oleh komponen harga bergejolak (volatile food) yang mengalami inflasi sebesar 1,46% dan memberikan andil terbesar terhadap inflasi umum, yakni 0,24%. 

Kelompok volatile food ini yakni berupa komoditas cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, dan kangkung.

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi 0,10% dengan andil 0,06% yang dominan didorong oleh biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi. 

Adapun komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi mendekati nol, dengan bensin sebagai pendorong utama inflasi dan tarif angkutan udara menyumbang andil deflasi.

"Inflasi September tahun 2026 yang sudah saya sebutkan tadi yaitu 0,30% utamanya didorong oleh inflasi komponen bergejolak. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,46%. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar, yaitu andilnya 0,24%," jelas Ateng.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com