IHSG Mulai Menghijau pada Awal Perdagangan, Pantau ENRG

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:17 WIB
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com]
BACA 10 DETIK
  • Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat di level 6.018 pada awal perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah terbatas dalam rentang support 5.935 hingga resistance 6.120.
  • Sektor energi mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,31 persen, sedangkan sektor teknologi terkoreksi paling dalam hingga 3,93 persen.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menghijau pada awal perdagangan, Jumat, 2 Oktober 2026. IHSG dibuka menguat di level 6.018.

Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih di zona hijau ke level 6.015 atau naik 0,09 persen.

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,36 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,53 triliun serta frekuensi sebesar 125.330 kali.

Di waktu itu, terdapat 244 saham menghijau, sedangkan, 279 saham merosot. Sisanya, 440 saham masih belum bergerak alias stagnan.

Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:

Top Gainer

  • BSWD
  • MGNA
  • CSMI
  • CCSI
  • DOOH

Top Loser

  • FORU
  • ALKA
  • DADA
  • PACK
  • AKKU

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini. Berdasarkan analisis teknikal Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG berpotensi melemah secara terbatas.

Pilarmas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support dan resistance di level 5.935-6.120.

Proyeksi tersebut disampaikan setelah IHSG pada perdagangan Kamis (1/10/2026) ditutup melemah cukup dalam.

Pada perdagangan tersebut, IHSG turun 61,64 poin atau 1,02 persen ke level 6.009. Pelemahan terjadi setelah indeks sempat menghadapi tekanan di pasar saham.

Dari sisi sektoral, sektor energi menjadi sektor yang paling kuat dengan kenaikan 0,31 persen. Sementara itu, sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja terlemah setelah terkoreksi 3,93 persen.

Pilarmas dalam risetnya mengangkat dua perhatian utama untuk perdagangan hari ini, yakni data yang kuat dan surplus.

Berdasarkan analisis teknikal, Pilarmas melihat IHSG masih berpotensi melemah terbatas dengan level support di 5.935 dan resistance di 6.120.

Dengan posisi IHSG yang berada di sekitar level 6.000, investor perlu mencermati pergerakan indeks di sekitar area tersebut untuk melihat apakah tekanan jual masih berlanjut atau mulai mereda.

Di tengah proyeksi IHSG yang masih berpotensi melemah terbatas, Pilarmas memasukkan sejumlah saham ke dalam daftar pantauan atau stockwatch list.

Tiga saham yang masuk dalam daftar tersebut yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com