- Pemerintah dan Grab-OVO menyelenggarakan program #BeraniDigital di Cirebon pada 1 Oktober 2026 untuk mendigitalisasi pelaku UMKM.
- Program pelatihan digital tersebut memberikan materi pengelolaan keuangan, penggunaan kecerdasan buatan, serta akses pembiayaan usaha.
- Inisiatif transformasi digital ini berhasil meningkatkan omzet para pelaku usaha UMKM hingga mencapai belasan persen.
Suara.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Cirebon didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar sekaligus membuka akses pembiayaan. Upaya ini dinilai penting seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin bergeser ke layanan digital.
Pemerintah Kota Cirebon mencatat terdapat 5.353 UMKM yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi daerah. Sementara sektor perdagangan dan jasa menyumbang 27,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Cirebon.
Potensi tersebut coba diperkuat melalui program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) #BeraniDigital yang digelar Grab-OVO bersama Kementerian UMKM dan Pemerintah Kota Cirebon. Cirebon menjadi kota ke-18 dalam rangkaian program tersebut.
Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M Zamri mengatakan pemanfaatan teknologi sudah menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha, termasuk bagi mitra GrabMerchant dan mitra pengemudi.
“Digitalisasi bukan lagi sebuah kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan. Karena itu, upaya Grab membantu Mitra GrabMerchant dan Mitra Pengemudi menjadi bagian dari ekosistem digital merupakan langkah nyata untuk mendorong UMKM terus berkembang. Kami mengapresiasi komitmen Grab dan OVO melalui Kota Masa Depan #BeraniDigital yang membuka ruang bagi pengusaha UMKM untuk memanfaatkan teknologi dan meningkatkan kapasitas usahanya," ujar Hasby di Kantor Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Program tersebut memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan visibilitas produk, pengelolaan keuangan, hingga penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung aktivitas bisnis.
AI diperkenalkan sebagai alat bantu untuk menyusun deskripsi produk, mencari ide konten promosi, merangkum masukan pelanggan, hingga membantu menyiapkan perencanaan kerja sederhana.
Pelaku UMKM juga diperkenalkan dengan pilihan pendanaan digital melalui GrabModal by OVO Finansial. Sejak 2021, lebih dari 445.000 Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi disebut telah mengakses pendanaan dengan nilai lebih dari Rp6 triliun melalui layanan tersebut.
Direktur Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan memperluas penggunaan teknologi, tetapi juga perlu menghubungkannya dengan akses pasar dan pembiayaan.
"Setiap kota memiliki karakter dan potensi usaha yang berbeda. Di Cirebon, kami melihat peluang untuk membantu pengusaha UMKM memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka, baik untuk menjangkau pelanggan, meningkatkan produktivitas, maupun mengelola usaha," jelas Richard Aditya.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan pengembangan UMKM di Cirebon tidak bisa dilepaskan dari keterhubungan ekonomi dengan wilayah di sekitarnya.
"Kehadiran program Kota Masa Depan #BeraniDigital dari Grab dan OVO juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat menghubungkan masyarakat dan aktivitas ekonomi lintas kabupaten dan kota. Kami berharap Cirebon dapat terus menjadi bagian dari penggerak UMKM dan sektor usaha lainnya, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas," ujarnya.
Iing juga menilai keberadaan platform digital dapat membantu UMKM menjangkau konsumen di luar wilayah tempat mereka berusaha. Ia sebelumnya mengalami langsung persoalan tersebut ketika masih menjabat sebagai Kepala Dinas UMKM Kota Cirebon.
Menurut dia, salah satu pelaku UMKM binaan Pemerintah Kota Cirebon pernah mendapatkan permintaan produk dari konsumen di luar daerah, tetapi terkendala pengiriman. Kolaborasi dengan layanan digital kemudian menjadi salah satu solusi untuk menghubungkan pelaku usaha dengan konsumen.
"Jadi transformasi digital yang diinisiasi oleh teman-teman Grab ini setidaknya membawa bahwa handphone itu tidak hanya untuk chatting-an, gosip, ghibah, tapi juga untuk layanan yang luar biasa," ungkap Iing.