- PT Mitra Solar Radians membangun PLTS Atap berkapasitas 416 kWp di RS Mardi Rahayu, Kudus, Jawa Tengah.
- Proyek selesai tanpa gangguan operasional rumah sakit dan mencatat 9.405 jam kerja dengan nir-kecelakaan.
- Pemanfaatan energi surya tersebut diproyeksikan mampu menghindari emisi karbon sekitar 521 ton setiap tahunnya.
Suara.com - PT Mitra Solar Radians atau Solar Radiance melebarkan bisnisnya untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sektor kesehatan. Hal ini seiring dibangunnya PLTS Atap berkapasitas 416 kWp di RS Mardi Rahayu, Kudus, Jawa Tengah.
Proyek tersebut dikembangkan Solar Radiance melalui kerja sama dengan RS Mardi Rahayu dengan skema kerja sama selama 25 tahun.
Sebagai rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam, kebutuhan energi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan. Karena itu, pemanfaatan energi surya menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mendukung efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Head of Business Development Solar Radiance, Billy Jayadi, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan pentingnya disiplin dan perencanaan dalam mengerjakan proyek PLTS, khususnya di lingkungan rumah sakit.
"Pencapaian ini juga menjadi fondasi bagi kami untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan RS Mardi Rahayu," ujarnya seperti dikutip, Senin (5/10/2026).
Pengembangan PLTS di fasilitas kesehatan memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan fasilitas umum lainnya, proses konstruksi dan instalasi harus dilakukan dengan tetap mempertahankan pelayanan rumah sakit yang berjalan selama 24 jam.
Dalam proyek di RS Mardi Rahayu, Solar Radiance terlibat mulai dari tahap perencanaan, instalasi hingga commissioning. Koordinasi dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kebutuhan teknis, serta keberlangsungan operasional rumah sakit.
Dari pelaksanaan proyek tersebut, Solar Radiance mencatat 9.405 work manhour dengan 100 persen zero accident. Seluruh rangkaian pekerjaan juga dilakukan tanpa mengganggu aktivitas pelayanan RS Mardi Rahayu.
"Bagi Solar Radiance, pencapaian 9.405 work manhour dengan 100 persen zero accident menunjukkan pentingnya disiplin dan perencanaan dalam menjalankan proyek," kata Billy.
PLTS Atap yang dikembangkan Solar Radiance di RS Mardi Rahayu memiliki kapasitas 416 kWp. Sistem tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 584,40 MWh energi listrik per tahun.
Selain mendukung kebutuhan energi rumah sakit, pemanfaatan PLTS tersebut diproyeksikan dapat menghindari emisi sekitar 521 ton CO per tahun.
Dalam periode kerja sama selama 25 tahun, total emisi yang dapat dihindari diproyeksikan mencapai sekitar 12.077 ton CO. Angka tersebut disebut setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 309.661 pohon selama 25 tahun.