Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:22 WIB
Pertemuan koordinasi yang membahas keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP di Indonesia serta optimalisasi dampaknya terhadap ekosistem pariwisata dan perekonomian nasional, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. (Dok: Injourney)

Suara.com - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama Badan Pengelola BUMN, Danantara Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Kementerian Keuangan RI, serta MotoGP Sports Entertainment Group selaku pemegang hak komersial MotoGP, memperkuat sinergi dalam mendukung keberlanjutan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dilaksanakan di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat, pada 9-11 Oktober 2026.

Sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi pada Rabu (7/10) yang membahas keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP di Indonesia serta optimalisasi dampaknya terhadap ekosistem pariwisata dan perekonomian nasional, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dari Upaya untuk memastikan MotoGP tak hanya sukses sebagai ajang olahraga internasional, tapi juga terus membarikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Deputy CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menilai Indonesia memiliki posisi strategis bagi perkembangan MotoGP di kawasan Asia. Menurutnya, besarnya basis penggemar dan antusiasme masyarakat Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama dalam keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP di Tanah Air.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi MotoGP. Besarnya antusiasme penggemar, termasuk tingginya penjualan tiket, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki basis penggemar yang kuat. Kami melihat potensi yang besar untuk terus mengembangkan MotoGP di Indonesia, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pariwisata,” ujar Carlos.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi tahun kelima penyelenggaraan MotoGP di Mandalika sejak 2022. Animo masyarakat terhadap ajang ini juga terus menunjukkan pertumbuhan. Pada 2023, jumlah penonton mencapai 102.929 orang, meningkat menjadi 121.252 orang pada 2024, dan kembali mencatat rekor 140.324 penonton pada 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism sekaligus daya tarik Indonesia di mata wisatawan dan penggemar olahraga dunia.

Dengan basis lebih dari 632 juta penggemar MotoGP secara global dan kangkauan siaran hampir 200 negara, setiap penyelenggaraan MotoGP Mandalika menjadi etalase Indonesia kepada dunia. Eksposur global tersebut membuka peluang untuk memperkenalkan Indonesia tidak hanya melalui olahraga, tetapi juga melalui destinasi wisata, budaya, potensi ekonomi kreatif dan UMKM, serta kemampuan Indonesia menyelenggarakan global sport event.

Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan MotoGP memberikan multiplier effect yang semakin luas. Dampak ekonomi dari gelaran MotoGP di Mandalika diperkirakan mencapai hampir Rp5 triliun, dengan keterlibatan hingga 3.000 tenaga kerja lokal serta sekitar 600 UMKM dalam ekosistem penyelenggaraan. Dampak tersebut turut dirasakan melalui meningkatnya aktivitas akomodasi, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga sektor pariwisata lainnya.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai keberlanjutan MotoGP di Mandalika dalam lima tahun terakhir telah memberikan perubahan nyata terhadap perkembangan ekosistem pariwisata di NTB. “Setelah lima tahun, kami melihat MotoGP memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan pariwisata di NTB. Trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ini menunjukkan bahwa sebuah event internasional dapat menjadi katalis yang mendorong pertumbuhan ekosistem secara lebih luas,” ujar Dony.

Tingginya minat terhadap MotoGP juga tercermin dari meningkatnya kebutuhan konektivitas menuju NTB. Berdasarkan data InJourney Airports, terdapat 66 penerbangan tambahan di Bandara Internasional Lombok untuk mendukung peningkatan kapasitas kursi angkutan udara selama periode Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Tambahan tersebut terdiri atas 48 penerbangan tambahan, 11 penerbangan sewa (charter), empat penerbangan dengan penggantian pesawat berukuran lebih besar, serta tiga positioning flight. Sementara itu, tingkat hunian akomodasi di sekitar Mandalika telah mendekati 100 persen menjelang penyelenggaraan event.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika merupakan bagian dari strategi untuk menjadikan event internasional sebagai katalis pengembangan destinasi dan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“MotoGP Mandalika bukan sekedar tiga hari balapan namun lebih dari itu, yang kita bangun adalah legacy untuk Indonesia dan event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global. Karena itu, keberlanjutan MotoGP membutuhkan gotong royong lintas Kementerian, lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholders,” ujar Maya.

Dampak MotoGP tak berhenti Ketika balapan selesai, namun juga dirasakan diluar lintasan. Ekosistem yang tumbuh di Mandalika mulai melahirkan local heroes Indonesia baik di lintasan maupun di balik penyelenggaraan. Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3 menjadi representasi generasi pembalap Indonesia di panggung dunia. Sementara itu, ratusan marshal NTB telah memperoleh kompetensi berstandar internasional dan membuka peluang untuk bertugas pada event balap luar negeri.

Pengembangan talenta lokal juga tercermin dari keberadaan 380 marshal asal NTB yang telah mendapatkan pelatihan sesuai standar Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Peran mereka tidak berhenti di Mandalika. Sejumlah marshal asal NTB telah memperoleh kesempatan untuk bertugas dalam penyelenggaraan event balap internasional di luar negeri, termasuk di Sepang, Malaysia. Hal ini menjadi bukti bahwa transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi yang dibangun melalui MotoGP mulai membuka akses bagi tenaga kerja lokal untuk berkiprah di tingkat internasional.

Karena itu, sinergi lintas sektor serta seluruh pemangku kepentingan menjadi semakin penting untuk menjaga keberlanjutan MotoGP di Indonesia dan terus memperbesar dampak yang dihasilkannya. “Pada akhirnya ukuran keberhasilan MotoGP bukan hanya siapa yang menjadi juara di lintasan namun keberhasilannya juga harus terlihat dari seberapa besar ekonomi yang tumbuh, seberapa kuat Indonesia dikenal dunia, dan berapa banyak talenta Indonesia yang lahir dari ekosistem yang dibangun. Itulah legacy yang ingin kita jaga bersama,” tutup Maya.***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com