Wamenko Drajad Yakin Ekonomi RI 2027 Tumbuh Lebih Dari 6 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:45 WIB
Wamenko Perekonomian Drajad Hari Wibowo. [Dok PNM].
BACA 10 DETIK
  • Wamenko Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 mencapai enam persen.
  • Pemerintah menyiapkan berbagai instrumen dan mengidentifikasi sektor seperti pariwisata serta industri pengolahan untuk mencapai target tersebut.
  • Pemerintah berupaya mengurangi hambatan investasi dan operasional usaha guna mengoptimalkan peran sektor swasta.

Suara.com - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Perekonomian, Drajad Hari Wibowo, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 bisa mencapai 6 persen, bahkan berpeluang tumbuh lebih tinggi dari target tersebut.

"Mudah-mudahan bisa lebih. Rasanya sih, kalau melihat apa yang sedang kita siapkan, kalau kita kerja keras, kerja cepat, dan kerja cerdas, insyaAllah mungkin malah bisa sedikit lebih dari 6 persen," kata Drajad kepada wartawan, dikutip Kamis (8/10/2026).

Drajad mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi tersebut. Instrumen yang akan digunakan mencakup stimulus, standardisasi, hingga statistik.

"Jadi, kita akan gunakan berbagai instrumen. Baik itu instrumen stimulus, instrumen standardisasi, instrumen statistik, pokoknya semuanya kita pakai. Kita manfaatkan untuk mendorong pertumbuhan supaya bisa tahun 2027 target 6 persen tercapai," ujarnya.

Menurut Drajad, pemerintah juga telah mengidentifikasi sejumlah sumber pertumbuhan untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026 dan sepanjang 2027.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pariwisata. Selain itu, industri pengolahan dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Ist]

Drajad mengatakan, berbagai stimulus yang sudah diumumkan pemerintah juga akan dioptimalkan untuk mendorong aktivitas ekonomi. Program tersebut di antaranya subsidi upah, pembukaan rekening, program magang, dan bantuan pangan.

"Kan yang sudah banyak diumumkan stimulusnya, mulai dari untuk subsidi upah, ya. Semua itu mau kita lebih optimalkan, ya. Tapi sumber-sumber pertumbuhan itu sudah diidentifikasi," tutur Drajad.

Di sisi lain, pemerintah akan berupaya mengurangi berbagai hambatan yang dihadapi sektor swasta, terutama dalam investasi dan operasional usaha.

Drajad menilai peran swasta sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah akan mengidentifikasi dan mengurangi berbagai bottlenecks, seperti hambatan perizinan dan ketidaksinkronan kebijakan.

"Tugas saya sekarang membantu Pak Menko supaya hambatan-hambatan bagi swasta, baik untuk investasi maupun operasi mereka, itu bisa kita kurangi. Entah itu hambatan perizinan, entah itu hambatan ketidaksinkronan kebijakan, dan sebagainya. Ini yang kita identifikasi," pungkas Drajad.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com