- IKLK responden SMA turun ke 96,9, masuk zona pesimistis.
- IKLK keseluruhan hanya 101,1, meski masih di zona optimistis.
- Porsi konsumsi naik ke 74,9%, sementara rasio tabungan turun ke 15,4%.
Suara.com - Sinyal suram dari pasar kerja mulai menghantui para lulusan SMA. Pasalnya, responden pemilik ijazah SMA dan sederajat justru mulai pesimistis terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini.
Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) September 2026 yang dilihat Jumat (9/10/2026), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) untuk responden berpendidikan SMA turun menjadi 96,9. Angka tersebut berada di bawah level 100, yang menandakan persepsi pesimistis.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan responden berpendidikan akademi atau diploma, sarjana, dan pascasarjana yang masih menilai ketersediaan lapangan kerja berada di zona optimistis.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa optimisme ekonomi belum dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok pendidikan. Bagi lulusan SMA, persepsi terhadap peluang memperoleh pekerjaan masih menjadi persoalan, meskipun kelompok berpendidikan lebih tinggi cenderung melihat kondisi yang lebih baik.
Secara keseluruhan, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini memang masih optimistis. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat 107,5 pada September 2026. Namun, angka tersebut melemah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 109,4.
Pelemahan juga terlihat pada komponen ketersediaan lapangan kerja secara keseluruhan. IKLK tercatat sebesar 101,1, hanya sedikit di atas ambang optimistis 100. Posisi ini menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap peluang kerja relatif tipis dan rentan berubah.
Meski demikian, ekspektasi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang masih berada di zona optimistis di seluruh tingkat pendidikan. Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja tercatat 127,7, meningkat dari 125,7 pada Agustus 2026.