Penjualan Ritel September Diprediksi Naik, tapi Ada Sinyal Pelemahan Bulanan

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:05 WIB
Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]
BACA 10 DETIK
  • IPR September diprediksi naik secara tahunan ke level 221,3.
  • Penjualan eceran September diperkirakan turun 2,3% dibandingkan Agustus.
  • Indeks ekspektasi harga naik untuk November 2026 dan Februari 2027.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan eceran pada September 2026 tumbuh 1,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun, secara bulanan, penjualan ritel justru diprediksi mengalami kontraksi seiring penurunan penjualan makanan, minuman, dan tembakau.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2026 diprakirakan mencapai 221,3, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,3% pada Agustus 2026.

“Peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada kelompok barang lainnya, kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, serta kelompok barang budaya dan rekreasi,” katanya dalam siaran pers, Jumat (9/10/2026).

Meski demikian, secara bulanan, penjualan eceran September diperkirakan turun 2,3% dibandingkan Agustus 2026. Penurunan ini terutama dipengaruhi melemahnya penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Sebuah toko Batik di Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/4).

Sebagai perbandingan, penjualan eceran pada Agustus 2026 tumbuh 1,3% secara tahunan dan 0,8% secara bulanan. Kinerja tersebut membaik dibandingkan Juli 2026 yang masing-masing tumbuh 1,1% secara tahunan dan terkontraksi 0,1% secara bulanan.

Dari sisi harga, BI juga mencatat kenaikan ekspektasi inflasi. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk November 2026 mencapai 149,9, naik dari 146,5 pada periode sebelumnya. Sementara itu, IEH Februari 2027 meningkat menjadi 177,9 dari 166,0.

Kondisi ini menunjukkan penjualan ritel masih diperkirakan tumbuh dibandingkan tahun lalu, tetapi mengalami tekanan dalam jangka pendek. Di sisi lain, meningkatnya ekspektasi harga mengindikasikan adanya potensi tekanan inflasi pada bulan-bulan mendatang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com